English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Selasa, 25 Juli 2017

“Semua tamu adalah VVIP Guest”

“Semua tamu adalah VVIP Guest”

Muhamad Munir
29 Nopember 2011


Muhamad Munir MSSc adalah General Manager (GM) Sheraton Mustika Resort Yogyakarta. Pria asli Palembang ini lahir pada 5 Agustus 1971. Beliau adalah suami dari Irma Puspa Sari sekaligus ayah dari seorang gadis cantik bernama Sirin Shiddique.

Munir bersama putri semata wayangnya, Sirin Shiddique

Sejak kecil, Munir demikian beliau akrab disapa, terbiasa hidup di luar negeri. Maklum kedua orangtua Munir, Ir. Muhamad Hamed M.Sc dan Salma MH, berprofesi sebagai dosen. Kehidupan di luar negeri ini dijalani oleh Munir selama 23 tahun, sejak menempuh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.   

Munir mengakui bahwa kesuksesan yang didapatkannya kini tidak lepas dari peran kedua orangtuanya, terutama sosok ibunda. Sejak kecil, sang bunda telah mengajarkan berbagai kemandirian dan tanggungjawab yang dimulai dari hal kecil semisal melipat selimut dan membereskan kamar sendiri.

Di sisi lain, peran almarhum sang ayah juga tak kalah besarnya. Ayah bagi Munir adalah sosok yang senantiasa mengajarkan tentang kemandirian dan tanggungjawab. Banyak nilai kehidupan yang didapatkan Munir lewat ajaran sang ayah. 

Lewat ajaran kedua orangtua, Munir tumbuh menjadi sosok yang disiplin, mandiri, dan tangguh dalam menjalani kehidupan. Berkat ajaran ini pula, Munir sukses dalam menempuh pendidikan yang dibuktikan dengan menjadi juara kelas serta lulusan terbaik ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

General Manager Termuda

Munir dan Keluarga

Muhamad Munir tercatat sebagai GM termuda se-Indonesia ketika menduduki jabatan ini pada usia 24 tahun. Tak berhenti sampai di situ saja, Munir bahkan 3 tahun berturut-turut terpilih sebagai “Manager Terbaik”. Kini, Munir menjabat sebagai Ketua Jogja and Central Java Hotels Association (JCJHA).

Kunci sukses Munir sebagai GM terletak pada dedikasi yang total terhadap pekerjaan, kerja keras, disiplin, dan tanggungjawab. Hingga saat ini, setelah 17 tahun menjabat sebagai GM, kunci sukses tersebut tetap dipegang teguh Munir.

Salah satu bukti nyata bahwa Munir tetap memegang teguh kunci sukses tersebut terletak pada sisi kedisiplinan. Sebagai seorang pemimpin, Munir selalu datang paling awal dibandingkan dengan staf lainnya. Prinsip Munir adalah ingin menjadi orang yang setiap hari pertama kali membuka pintu kantor.

Kunci sukses selanjutnya bagi Munir adalah sikap kekeluargaan dalam memperlakukan karyawan. Sikap ini terbukti sukses diterapkan oleh Munir sehingga para karyawannya merasa menjadi bagian dalam sebuah keluarga besar, merasa nyaman, dan terlindungi di bawah pimpinan Munir yang dikatakan rendah hati di mata para karyawan.

Sikap kekeluargaan ini pula yang kemudian diterapkan oleh Munir terhadap para tamunya. Semua tamu akan diperlakukan secara kekeluargaan layaknya para tamu yang menginap di kamar VVIP (VVIP Guest). Munir yakin bahwa tamu yang diperlakukan secara kekeluargaan akan membuat mereka betah untuk tinggal dan nantinya akan kembali lagi menginap di Sheraton Mustika Resort karena merasa nyaman. Hal inilah yang dijadikan alasan bagi Munir untuk bersikap tenang meskipun kini muncul banyak hotel baru yang semakin meramaikan bisnis perhotelan di Yogyakarta.

Pariwisata dan Sheraton Mustika Resort Yogyakarta

Menurut Muhamad Munir, pariwisata di Yogyakarta memiliki prospek yang bagus. Hal ini ditandai dengan semakin maraknya bisnis perhotelan yang menjamur di Yogyakarta. Indikator ini membuktikan bahwa Yogyakarta menjadi tempat yang diminati oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Ikon Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata, menurut Munir, salah satunya didasari oleh kenyataan bahwa Yogyakarta memiliki “unlimited culture”. Pendidikan tentang kebudayaan hingga aset pariwisata budaya yang seakan tiada berpenghabisan menjadi nilai khas sekaligus magnet bagi banyak wisatawan untuk berkunjung ke kota ini.

Nilai khas tersebut hingga hari ini masih terpelihara dan tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat. Di Yogyakarta masih ditemukan para pembatik yang sekaligus menyediakan pendidikan atau pengetahuan tentang cara membatik. Yogyakarta masih memiliki keraton yang menjadi sentra dan penjaga kebudayaan, sehingga peninggalan sejarah dan kebudayaan masih terpelihara dengan baik.

Modal yang sangat berharga ini hendaknya bersinergi dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah untuk memajukan industri pariwisata di Yogyakarta. Menurut Munir, pemerintah bisa memberikan andil dengan berbagai cara, antara lain menambah pesawat tujuan ke Yogyakarta, memperbesar bandar udara, memberikan layanan imigrasi yang baik dan mudah bagi wisatawan asing, serta menerapkan aturan untuk memasang daftar harga menu makanan yang jelas di lesehan Malioboro.

Kemajuan industri pariwisata akan berimbas pada misi Munir, yaitu menjadikan Sheraton Mustika Resort Yogyakarta sebagai hotel nomor satu di Yogyakarta. Namun, sebelum itu terjadi, Munir sadar bahwa misi tersebut tidak akan bisa terwujud tanpa kerjasama dari semua pihak, terutama dari karyawan. Oleh karena itu, demi mewujudkan misi tersebut, Munir tak pernah berhenti dan selalu berpegang pada motto hidupnya, “Never afraid of your superior, but just afraid if you cannot fullfill your responsibilities”

Yuhastina Naina (Direktur Jogjatrip.com/Redaktur Tokoh)




Dibaca : 3046 kali.


Share




Berikan komentar Anda !





OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 2.737
     Hari ini: 12.194
     Kemarin : 11.965
     Minggu lalu : 14.046
     Bulan lalu : 0
     Total : 10.304.546
    Sejak 20 Mei 2010