English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Rabu, 22 Oktober 2014

Guna Lestarikan Kesenian Tradisional, Festival Reog dan Jathilan Akan Digelar

Guna Lestarikan  Kesenian Tradisional, Festival Reog dan Jathilan Akan Digelar

Jathilan (foto: dok.)
Share





22 September 2010

Jogja, Jogjatrip.com – Untuk mengembangkan kesenian tradisional dan mendekatkan kekayaan budaya ke masyarakat, Dinas Pariwisata Provinsi DIY akan menggelar Festival Reog dan Jathilan pada 26 September 2010 di Halaman Monumen SO 1 Maret Jl. Ahmad Yani Yogyakarta. Dua belas peserta dari kabupaten kota di DIY ditambah 2 peserta dari Purworejo dan Temanggung dipastikan akan meramaikan Festival Reog dan Jathilan yang diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat Yogyakarta.

Kepala Seksi Analisa Pasar Dinas Pariwisata DIY yang juga panitia penyelenggara, Mohammad Haliem, mengatakan kesenian tradisional seperti Reog dan Jathilan harus dilindungi  eksistensinya, sehingga keberadaan seni tradisional ini bisa menjadi aset wisata budaya bangsa. Upaya pelestarian seni tradisional ini pun harus terus  dikembangkan dan dipacu sehingga bisa menumbuhkan kesadaran semua kelompok masyarakat untuk terlibat aktif mendorong tumbuh kembangnya seni tradisi menjadi sebuah kebanggaan nasional.

“Festival ini kami harapkan dapat menjadi sarana untuk pelestarian budaya dan kesenian tradisional sekaligus sebagai upaya untuk melindungi seni tradisional dari kemusnahan sehingga generasi muda Indonesia bisa nguri-uri seni tradisi ini sebagai aset bangsa yang sangat tinggi. Dan dalam festival ini sama sekali tidak dimunculkan trance pada Jathilan maupun Reog,” katanya kepada wartawan di kantor Dinas Pariwisata DIY Jl. Malioboro 56 Yogyakarta, Selasa (21/9).

Dikatakan Halim, Dinas Pariwisata Provinsi DIY sangat peduli pada pelestarian nilai-nilai dan seni tradisi yang berkembang di masyarakat. Selain itu, penyelenggaraan event ini juga untuk memperkenalkan, mempromosikan, serta memberikan sajian seni tradisi kerakyatan kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Festival Reog dan Jathilan yang mengambil tema “Pengembangan Kesenian Tradisional Sebagai Aset Wisata Budaya yang Beranjak Kearifan Lokal” ini akan berlangsung mulai pukul 10.00 sampai selesai. Masing-masing peserta diberi waktu penyajian selama 20 menit.

Kedua belas peserta tersebut diantaranya adalah Sanggar Bunda Pertiwi (Kota Yogyakarta), Krida Bekso Lumaksana (Bantul), Kala Singgah (Kulonprogo), Grup Reog Kalasan (Sleman), Grup Reog Mekar Budaya (Gunungkidul), Jathilan Kuda Kuncara Sekti (Bantul), Jathilan Incling Kokap (Kulonprogo), Grup Jathilan Minggir (Sleman), Grup Jathilan Desa Jeruk Wudel (Gunungkidul) dan Kuda Lumping Asmara Tunggal Kaloran (Temanggung).

Keduabelas peserta ini akan mendapatkan masing-masing hadiah trophy, piagam dan uang pembinaan. Juara I akan mendapatkan trophy, piagam dan uang pembinaan Rp 5 Juta, Juara II memperoleh Rp 4 Juta, Juara III mendapatkan Rp 3,5 Juta, Harapan I akan mendapatkan Rp 3 Juta, Harapan II mendapatkan Rp2,5 Juta, dan Harapan III akan mendapatkan Rp 2 Juta. Festival ini sendiri terbuka untuk masyarakat umum sekaligus hiburan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang tengah berlibur di Jogjakarta.**(Andreas Eko Wahyu S)


Dibaca : 1805

OBYEK WISATA