English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Selasa, 25 Juli 2017

Empat Penyair Beda Generasi Tampil Bareng

Empat Penyair Beda Generasi Tampil Bareng

Hamdi Salad (Foto: Trasmara)
Share






12 Juni 2015

Yogyakarta, Jogjatrip.com – Empat penyair beda generasi akan tampil bareng dalam Malam Sastra Giri Lawu 2 yang akan digelar Sabtu (13/6) malam di InDie Cafe, Sagan. Para penyair itu adalah Slamet Riyadi Sabrawi, Hamdi Salad, Fitri Merawati dan Sugito HS yang khusus membacakan geguritan (puisi bahasa Jawa).

Selain pembacaan puisi, akan tampil lagu puisi yang dibawakan Ana Ratri dan Yoyok, yang diiringi dengan petikan gitar. Keduanya akan membawakan dua lagu puisi karyanya sendiri. Pada saat yang sama akan ada pameran seni rupa karya Agus Nuryanto di ruang pamer InDie Cafe.

“Jadi, Malam Sastra Giri Lawu ke 2 ini akan ada tiga jenis karya seni yang berpadu dan saling berinterakasi. Dua jenis karya seni dalam satu ruang, yakni pembacaan puisi dan lagu puisi, dan karya seni rupa di ruang lain,” ujar Ons Untoro pemrakarsa acara Malam Giri Lawu, Kamis (11/6).

Para penyair yang tampil dalam “Malam Sastra Giri Lawu 2 ini adalah penyair yang sudah lama bergelut dengan puisi. Slamet Riyadi Sabrawi bergiat menulis puisi sejak Persada Studi Klub (PSK) asuhan Umbu Landu Paranggi masih mewarnai dinamika kebudayaan di Yogya dan dia sudah menerbitkan beberapa antologi puisi.

Hamdy Salad, seorang penyair yang penuh vitalitas dan dipertengahan tahun 1980-an sudah mulai aktif menulis puisi, dan sampai sekarang dia tidak berhenti menulis puisi. Kemampuannya membaca puisi selalu mempesona bagi orang yang mendengarkannya. Sementara Fitri Merawati, salah seorang penyair perempuan yang mulai menulis puisi tahun 2000-an dan memiliki bakat yang kuat dalam menulis puisi. Fitri adalah salah satu penyair perempuan yang tinggal di Yogya dan produktif menulis puisi. Sedang Sugito HS adalah salah seorang penggurit muda, dari sejumlah penggurit muda lainnya, yang penuh semangat dengan geguritan. Di tengah geguritan tidak mendapat ruang yang luas di media cetak, Sugito tetap gigih menulis geguritan. Sementara Agus Nuryanto seorang perupa muda, yang terus berkarya dan memilih tema wayang dalam karya-karyanya. Ia memilih ‘Wayang Jewer’ yang menjadi tema pamerannya. ***(Teguh R Asmara)


Dibaca : 56

OBYEK WISATA