English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Sabtu, 23 September 2017

Lima Komposer Gending Tampilkan Karya Tjokrowarsito

Lima Komposer Gending Tampilkan Karya Tjokrowarsito

Tulus, Siswati dan Rusbandi komposer muda (Foto: Trasmara)
Share






19 Mei 2015

Yogyakarta, Jogjatrip.com – Lima komposer gending masing-masing Haryo Sumantri, Nanang Karbito, Rusbandi, Siswati dan Tulus akan tampil dalam gelar karawitan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jumat (29/5) malam. Mereka akan membawakan gending-gending ciptaan Ki Tjokrowarsito (alm) atau Kanjeng Pangeran Haryoya (KPH), yaitu Notoprojo itu Penghijauan, Sambang Dalu, Modernisasi Desa, Kuwi Apa Kuwidan Jaran Teji.

“Selama ini dunia karawitan hidup dalam dunia yang sepi. Para pengrawit biasanya hanya nempel saja pada kesenian, seperti untuk mengiringi kethoprak, wayang, teater dan tidak mandiri. Dengan adanya gelar karawitan ini diharapkan tampil komposer-komposer muda untuk melahirkan gending-gending baru,” papar Jadug Ferianto, nara sumber gelar karawitan di hadapan wartawan di TBY, Senin (18/5).

Pagelaran karawitan ini berangkat dari kegelisahan seniman karawitan dalam menyikapi berbagai perhelatan seni dan budaya. Ternyata seni karawitan belum mempunyai peran penting dalam kemandirian sebagai salah satu pertunjukan seni. Karawitan hanya sebagai pengiring beberapa seni pertunjukan. Jadug meminta pada TBY supaya gelar karawitan yang sudah diadakan tiga kali selalu ada kesinambungan. “Dari tiga kali diadakan yang kedua tidak nyambung, sehingga sulit didokumentasikan,“ tandasnya.

Para komposer karawitan itu akan membawakan gending asli dan gending yang sudah diaransemen. Seperti dikatakan Siswati yang akan membawakan gending Modernisasi Desa, yang menggambarkan ketentraman dan ijo-royonya desa pada waktu itu, mungkin akan lain dengan modernisasi sekarang “Saya akan didukung 23 pengrawit yang semunya perempuan.” Kata Siswati yang sedang menempuh S2 Pascasarjana ISI Yogya.

Lain halnya dengan Tulus Ari Widodo dari Kulon Progo akan membawakan gending ‘Kuwi Apa Kuwi’ yang bicara mengenai korupsi. Tulus akan didukung 25 pengrawit. Di samping gamelan ditambah lagi musik diatonis seperti saxsofon, tiup, trombon atau biola. Sementara Rusbandi dari Gunung Kidul akan membawakan gending Jaran Teji dengan 22 pengrawit. Para komposer itu sudah melakukan 6–9 kali latihan dan masih ditambah lagi beberapa latihan lagi dengan pendampingan Purwanto dan Sukoco. “Yang memilih para komposer untuk tampil dalam gelar karawitan itu Purwanto dan Sukoco. Dalam mendampingi komposer saya minta supaya tidak mendikte. Biarkan mereka berkembang dengan gaya Yogya atau Solo,” kata Jadug. *** (Teguh R Asmara)

 


Dibaca : 159

OBYEK WISATA