English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Selasa, 25 Juli 2017

‘Aji Narantaka’ Lumatkan Keangkaramurkaan

‘Aji Narantaka’ Lumatkan Keangkaramurkaan

Suasana latihan ‘Aji Narantaka’ (Foto: Trasmara)
Share






29 April 2015

Yogyakarta, Jogjatrip.com – Anak muda dalam menangani sebuah persoalan sering mengandalkan ambisi tanpa pikiran panjang. Hasilnya mengalami kebuntuan. Persoalan tak terselesaikan. Gambaran seperti itu tercermin dalam pementasan wayang orang Panca Budaya dengan lakon ‘Aji Narantaka’ yang akan digelar pada Sabtu (2/5) malam di Desa Bubung, Putat, Patuk Gunung Kidul.

“Gatotkaca ingin cepat merebut setengah negara Hastina yang menjadi hak Pandawa. Tapi tanpa pertimbangan mendalam usaha itu gagal,” kata Tukiran, Sutradara Aji Narantaka yang ditemui Jogjatrip ketika latihan di Pendopo Gambir Sawit, Kelurahan  Tahunan, Selasa (28/4) sore.

Wayang Orang Panca Budaya kali ini sengaja memilih desa Bubung yang merupakan pusat kerajinan topeng, karena desa itu sedang menyiapkan Rasulan. “Tampilnya Panca Budaya sekaligus untuk meramaikan Rasulan meski harinya berbeda,” kata Agus Setiawan, Pimpinan Panca Budaya.

Dengan dukungan Dinas Kebudayaan DIY, Panca Budaya diharapkan bisa melestarikan kesenian tradisi yang adiluhung dan kebanyakan masyarakat desa masih menggemarinya. Aji Narantaka diperkuat oleh pemain-pemain wayang orang dari DIY seperti Slamet, Sukirno, Samiaji, Widodo K, Herida Damarwulan, Pulung Jati Rangga, Yoyok, Tiofani, Dewi Dewo, Gendis Pawestri, Barbara Hartanti, Hartatik, Lestari dan Sunardi. Garapan tari oleh Widodo K dan karawitan Eko Purnomo.

Aji Narantaka menceritakan ketika Gatotkaca ingin merebut separoh bagian Hastina yang jadi hak Pandawa. Ia seorang diri melabrak Hastina. Tapi Gatotkaca kena batunya ketika berhadapan dengan Dursala, senopati dari Hastina. Dalam peperangan itu Gatotkaca kalah kena Aji Chandra Wirayang dari Dursala. Lewat Resi Seto, Gatotkaca diberi Aji Narantaka. Gatotkaca menjadi sakti dan bisa mengalahkan Dursala.

Dalam pertemuannya dengan Prabu Kresna, Gatotkaca diberitahu bahwa perang Bharatayudha itu kehendak dewa dan bisa dilanggar. Perang Bharatayudha untuk membersihkan angkaramurka. Siapa salah harus kalah dan siapa benar harus menang. Itu  semua sudah tercatat dalam Kitab Pustoko Jitabsoro.

Untuk menyiapkan pentas ‘Aji Narantaka’ setap sore Panca Budaya giat latihan, baik mengolah tari, adegan,  damaupun gending-gending di Gambir Sawit. *** (Teguh R Asmara)

 


Dibaca : 153

OBYEK WISATA