English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Sabtu, 23 September 2017

Lima Mime Mengubah ‘Titanic’ dalam Pantomim

Lima Mime Mengubah ‘Titanic’ dalam Pantomim

Salah satu adegan pantomime Titanic dari Lima Mime (Foto: Trasmara)
Share






23 April 2015

Yogyakarta, Jogjatrip.com – Cerita sejarah atau peristiwa ternyata banyak diangkat dalam dunia panggung. Meskipun tidak sepenuhnya sama, tetapi alur cerita itu tidak lepas dari kejadian yang sebenarnya. Itu juga dilakukan oleh Lima Mime, kelompok para siswa dan mahasiswa ketika mengangkat cerita kapal Titanic dalam pertunjukan pantomim. Pertunjukan pantomim yang digelar di Concert Hall TBY (Taman Budaya Yogyakarta) pada Rabu (22/4) malam mendapat sambutan dari penonton. “Saya tidak mengira gedung yang megah ini dipenuhi para penonton,” kata Umar Priyono Kepala Dinas Kebudayaan DIY ketika membuka gelar pantomim yang akan berlangsung sampai 24 April 2015.

Menurut Umar Priyono, pantomim yang menggunakan bahasa tubuh akan memperkaya khasanah kebudayaan. Pantomim yang diikuti para siswa SD sampai dewasa ini diharapkan terus berkembang di Yogyakarta. “Nilai budaya dan dinamika di Yogya tak diragukan lagi,” tandas Umar.

Naskah ‘Titanic’ ini ditulis oleh Yoga Bagus Satatagama dan disutradarai oleh Broto Wijayanto. Nama Lima Mime sendiri baru diwujudkan setelah akan mengikuti pantomim. “Lima Mime terdiri 5 komunitas seni dari Teater Timur, Teater Lilin (Atmajaya), Teater Simero, Teater SMA 10 dan DAF (Deaf Art Community) yang merupakan komunitas tuna rungu. Mereka sebenarnya tidak memiliki dasar pantomim, namun, dengan giat berlatih akhirnya bisa,” kata Broto Wijayanto yang ditemui Jogjatrip usai pentas.

Uniknya, pentas ini menggunakan musik cangkem dari Big Box Sing secara live, yaitu dengan mulut bisa mengeluarkan berbagai macam suara. “Semula mereka sulit ketika saya minta untuk mengiringi pantomim ini. Tapi lewat pengamatan dan selalu berlatih akhirnya bisa. Ini pertama kali Big Box Sing mengiringi pentas secara live,” papar Broto.

Pentas Titanic ini merupakan sekuel pertama dari lima sekuel yang akan dibuatnya. Titanic seri pertama ini bercerita tentang latar belakang desainer kapal Titanic yang dibuat oleh Kris. Tapi ayahnya tidak menginginkannya maka desain kapal itu dirobek-robek. Kris kemudian mengembara dan di suatu tempat ada sayembara membuat kapal. Kris lantas mengumpulkan robekan desain kapal yang dibuatnya. Ketika utuh kembali, desain dari Kris dinyatakan menang. “Titanic sekuel 2 dan seterusnya akan kami buat untuk pentas-pentas pantomim Lima Mime,” kata Broto Wijayanto. *** (Teguh R Asmara)


Dibaca : 221

OBYEK WISATA