English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Jumat, 24 November 2017

Pagelaran Gendhing Gaya Yogya

Pagelaran Gendhing Gaya Yogya

Drs. Siswadi, M. Sn (Foto: Trasmara)
Share






17 April 2015

Yogyakarta, Jogjatrip.com – Lima gendhing gaya Yogyakarta akan digelar di Joglo Mbah Mono, Dusun Godang Lutung, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Sabtu (18/4) malam. Lima gendhing itu adalah Merangdawa, Winduaji, Bs. Bremarakerasa, Gandrungmanis Macan Tutul dan Singanala. Penggarap gendhing Suparto MA., dengan sutaradara Drs. Maryono MA. “Gendhing-gendhing gaya Yogyakarta di DIY ini tidak sepopuler gendhing gaya Surakarta,” kata Drs. Siswadi, M. Sn., Penanggung Jawab Pegelaran di Kantor Dinas Kebudayaan DIY, Kamis (16/4).

Pagelaran ini diadakan oleh Seksi Rekayasa Budaya, Dinas Kebudayaan DIY dengan para pelaku kelompok kerawitan Bremararas. Kelompok tersebut merupakan himpunan seniman karawitan dari unsur Kraton Kasultanan, Puro Pakualaman, RRI Yogya, Jurusan Karawitan ISI Yogya, Karawitan SMK Negeri I Kasihan, Bantul dan para karawitan dari 4 kabupaten serta 1 kota Yogyakarta.

Dengan adanya pagelaran gendhing-gendhing gaya Yogyakarta diharapkan masyarakat bisa mengapresiasi. Diakui oleh Siswadi, gendhing-gendhing karawitan gaya Yogyakarta bersumber dari Kraton Kasultanan Yogyakarta sebagai bagian dari kehidupan seni klasik di dalam Kraton Yogyakarta. “Kondisi di dalam dan di luar tembok kraton sangat berbeda. Situasi dan kondisi sosial masyarakat di luar kraton begitu dinamis, berpengaruh mengapresiasi rasa seni,” papar Siswadi.

Dalam kondisi yang demikian, penyajian gendhing-gendhing karawitan gaya Yogyakarta di luar tembok kraton sudah semestinya senafas dengan dinamika dan cita rasa masyarakat. “Memang dalam sejarah penciptaan gendhing tidak tertulis siapa yang menciptanya,” tandasnya.

Kepala Seksi Rekayasa Budaya, Dinas Kebudayaan DIY, Agus Amrullah menyebutkan gendhing-gendhing karawitan gaya Yogyakarta memang kurang menggema di tengah masyarakat. Untuk itu, Dinas Kebudayaan DIY berusaha menghidupkan kembali atau merevitalisasi gendhing-gendhing klasik Yogyakarta untuk bisa diterima di masyarakat. “Sebelum gendhing-gendhing gaya Yogyakarta digelar pada Maret lalu didahului dengan sarasehan membedah gendhing-gendhing gaya Yogyakarta,” ujar Agus Amrullah.

Dijelaskan oleh Siswadi, pagelaran gendhing-gendhing gaya Yogya kali ini diadakan di Sleman karena karawitan banyak basisnya di desa-desa. “Tahun depan tempatnya bergantian di kabupaten lain,” tambahnya. *** (Teguh R Asmara)


Dibaca : 238

OBYEK WISATA