English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Selasa, 25 Juli 2017

Sembilan Penari Wanita Gelar ‘Tabungan Tubuh’

Sembilan Penari Wanita Gelar ‘Tabungan Tubuh’

Para koreografer dan penari dari MAD (Foto: Trasmara)
Share






10 April 2015

Sleman, Jogjatrip.com – Sembilan koreografer sekaligus  penari wanita dari Yogyakarta dan Solo akan tampil dalam peresmian Mila Art Dance (MAD) Studio di Joglo ampung Kuliner Pringwulung, Nologaten, Depok, Sleman, Sabtu (11/4) malam. Mereka akan menggelar tarian bertajuk ‘Tabungan Tubuh’ dalam kemasan Tinta Tari. Sembilan koreografer dan penari itu adalah Uti Setiastuti, Arjuni Prasetyorini, Ayu Permatasari, Windarti, Lalita Atikandhari, Anouk Wilke, Elisabeth Nila dan Mila Rosinta. “Awal  berdirinya MAD karena saya dan teman-teman koregrafer wanita perlu wadah untuk berekpresi dan kreatif,” kata Mila Rosinta, penggagas MAD di Pringwulung, Kamis (9/4).

Tema-tema tarian dalam ‘Tabungan Tubuh’ sagat beragam. Misalnya, Uti Setiastuti terinspirasi pada wanita-wanita Kasongan yang membuat gerabah. Wanita Kasongan sangat terampil dalam membuat berbagai ukiran dan gerabah, sementara yang laki-laki hanya mencari tanah liat (lempung). “Tiap bulan MAD dengan tajuk Tinta Tari akan selalu pentas di joglo ini sekaligus meramaikan tempat kuliner ini. Tinta Tari sendiri merupakan ranah kebersamaan dalam panggung performing art. Sebuah tinta sebagai simbol dari ide-ide kreatif dan ilmu pada setiap manusia. Sementara tari sebagai media mengekspresikan dan mengungkap ide-ide kreatifnya tanpa sekat,” papar Mila yang kelahiran 15 Mei 1989.

Menurut alumnus ISI Yogya, MAD bukan saja menyajikan tarian kontemporer tapi juga tradisi gaya Yogya, Sunda, Sumatera dan Bali. “Saya berkeinginan masyarakat sekitar sini nantinya tergerak untuk belajar tari. Dengan menari kita bisa meningkatkan rasa dalam jiwa manusia,” pungkas Mila.

Diakuinya, di Yogyakarta ini banyak berkembang sanggar-sanggar tari. Mereka belajar menari sesuai dengan keinginan. Kehadiraan MAD ini diharapkan bukan saja mencetak penari-penari baru, tetapi juga melahirkan koreografer-koreografer yang handal. Mila bertekad menghimpun para koreografer wanita untuk memajukan dunia tari di Yogyakarta dan sekitarnya agar kehadiran MAD dan para koregrafer wanita nantinya bisa memberikan sumbangan besar bagi dunia tari. *** (Teguh R Asmara)


Dibaca : 200

OBYEK WISATA