English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Jumat, 24 November 2017

Dua Tahun Joget Selasa Legen dengan 5 Karya Romo Sas

Joget bersama Selasa Legen (Foto: Trasmara)

Share






08 April 2015

Yogyakarta, Jogjatrip.com – Peringatan dua tahun Joget Selasa Legen menampilkan 5 tari klasik gaya Yogyakarta karya KRT Sasminta Mardawa yang akrab dipanggil Romo Sas, di Pendopo Ndalem Pujokusuman, Selasa (7/4) malam. Tari yang ditampilkan itu adalah tari Renggomartoyo yang dilakukan bersama-sama dan merupakan tarian dasar yang harus dipelajari di Pamulangan Beksan Sasmita Mardowo. Disamping itu ada tari Retno Adaninggar yang dibawakan wanita dari Korea bernama Jane Park. “Tari Retno Adaninggar ini merupakan pencarian seorang wanita pada pria idaman yang bernama Jayengrono,” kata Siti Sutiyah, istri Romo Sas yang kini memimpin Yayasan Pamulangan Beksan Sasmita Mardawa. Siti Sutiyah yang juga abdi Kraton Yogyakarta ini, juga memiliki nama KRT Dwijo Sasmintomurti.

Tarian lain yang ditampilkan adalah Wirokusumo yang dibawakan empat pria yang menggambarkan belajar memanah dengan Resi Dorna dalam epos Mahabharata. Kemudian ada Tari Golek Kenya Tinemble dengan 17 penari wanita yang usianya di atas 50 tahun. Dua tarian lain adalah Srikandi – Larasati serta Tari Topeng dari wayang Gedog yang menceritakan Ragil Kuning. “Saya tak bisa menghitung berapa banyak jumlah tarian yang diciptakan Romo Sas. Tapi yang menjadi masterpice dan selalu ditampilkan di Istana Negara adalah Tari Golek Ayun-ayun,” ujar Siti Sutiyah pada Jogjatrip.

Peringatan dua tahun Joget Selasa Legen kali ini memang tidak semeriah ketika peringatan satu tahun Joget Selasa Legen tahun 2014. Tahun lalu, seluruh pendopo dan halaman Ndalem Pujokusuman banyak dipenuhi penonton.

Menurut Dra. Estu Noerhati, salah satu pengurus Pamulangan Beksan Sasmita Mardawa, timbulnya Joget Selasa Legen karena kerinduan penari-penari senior yang dulu jadi murid Romo Sas yang ingin kumpul bersama dan joget bersama. Biasanya pada saat latihan Joget Selasa Legen ini dihadiri 100 penari dan selalu menampilkan tari karya Romo Sas. Oleh karena itu, sejak April 2013 Joget Selasa Legen terbentuk. “Semula pada latihan pertama sampai tiga kali kami menggunakan gending dari kaset. Tapi pada latihan berikutnya sudah memakai gamelan asli,” papar Estu.*** (Teguh R Asmara)


Dibaca : 284

OBYEK WISATA