English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Sabtu, 25 Oktober 2014

Audley Guide Award untuk Imam dan Iskandar

Audley <i>Guide Award</i> untuk Imam dan Iskandar

Imam menerima Audley Award (Foto: Trasmara)
Share





03 Juni 2013

Sleman, Jogjatrip.com -- Imam dan Iskandar Subagyo, dua guide anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Yogyakarta dan Sleman, menerima penghargaan Audley Guide Award dari perusahaan Pacto Inggris. Selain Imam dan Iskandar Subagyo, beberapa guide dari Bali, Laos, Kamboja, Singapura, Vietnam, dan Malaysia juga menerima penghargaan yang sama. Secara keseluruhan terdapat 23 guide yang menerima penghargaan.

Audley Guide Award diberikan secara langusng oleh perwakilan dari Pacto Inggris di Joglo Mlati pada Jumat (31/5) malam. Penghargaan Audley Guide Award ini merupakan perhelatan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya diadakan di Vietnam dan Thailand. “Pemberian award ini dari perusahaan Pacto di Inggris bagi para guide berprestasi,” kata Umberto Cadamuro, Chief Operating Officer Inbound yang ditemui Jogjatrip.com.

Guide dari Yogyakarta dipilih sebagai salah satu penerima Audley Guide Award karena di tempat ini budaya dinilai masih kental dan kuat untuk menarik para wisatawan asing. Selain itu, Yogyakarta juga memiliki banyak makanan tradisional yang sangat disukai wisatawan asing. Borobudur dan Prambanan menjadi magnet yang kuat untuk menarik wisatawan Inggris untuk datang ke Yogyakarta,” kata Umberto.

Iskandar sebagai salah satu penerima Audley Guide Award ketika ditemui Jogjatrip.com mengungkapkan kegembiraanya. Bagi Iskandar penghargaan ini adalah buah dari usahanya yang telah menekuni profesi guide sejak 1971. “Selama saya jadi guide, para tamu kebanyakan sangat senang dan puas. Hal ini membuktikan kalau saya profesional,” ujar Iskandar.

Guide atau pramuwisma adalah ujung tombak di dunia pariwisata. Guide berlisensi merupakan jaminan sebuah profesionalitas. Pasalnya, lewat attitude yang ditunjukan oleh guide ini, para wisatawan akan menilai baik-buruknya pariwisata di suatu daerah. Jika wisatawan kurang puas, bahkan mengajukan klaim, maka sedikit-banyak akan berpengaruh terhadap dunia pariwisata.

Menurut Iskandar, saat ini kesejahteraan guide sudah cukup baik. Hal ini tak lepas dari bagaimana seorang guide bisa memaksimalkan potensi diri untuk melayani dan membuat nyaman para wisatawan. Jika wisatawan bisa merasa nyaman, maka kesejahteraan guide secara langsung akan terjamin karena dunia pariwisata dipastikan akan tetap berkembang. *** (Teguh R Asmara)


Dibaca : 577

OBYEK WISATA