English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Minggu, 23 November 2014

Akademi Militer

Photo by id.tixik.com

Rating : 2.3 ( 19 pemilih )

AKADEMI MILITER

Alamat : Jalan Gatot Subroto, Magelang, Jawa Tengah

Koordinat GPS : -7° 29' 43.93", +110° 12' 38.89"

Share



A. Selayang Pandang

Akademi Militer (Akmil) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Darat yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Akademi Militer adalah lembaga pendidikan militer yang mencetak Perwira TNI Angkatan Darat. Secara organisasi, Akademi Militer berada di dalam struktur organisasi TNI Angkatan Darat.

Sejarah Akademi Militer (Akmil) bermula dari didirikannya Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945, atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo. Pada tahun 1950, MA Yogyakarta setelah meluluskan dua angkatan, karena alasan teknis, ditutup untuk sementara, dan taruna angkatan ketiga menyelesaikan pendidikannya di KMA Breda, Nederland. Pada kurun waktu yang sama di berbagai tempat lain (Malang, Mojoagung, Salatiga, Brastagi, Prapat) didirikan Sekolah Perwira Darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI AD/ BRI pada waktu itu.

Pada tanggal 1 Januari 1951 di Bandung didirikan SPGi AD (Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat), dan pada tanggal 23 September 1956 berubah menjadi ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Sementara itu, pada tanggal 13 Januari 1951 didirikan pula P3AD (Pusat pendidikan Perwira Angkatan Darat) di Bandung. Mengingat pada saat itu banyak sekolah perwira TNI AD, maka muncul gagasan dari pimpinan TNI AD untuk mendirikan suatu Akademi Militer.  Gagasan ini pertama kali dimunculkan oleh Menteri Pertahanan pada sidang parlemen tahun 1952. Setelah melalui berbagai proses, maka pada tanggal 11 November 1957, pukul 11.00, Presiden RI Ir. Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI, meresmikan pembukaan kembali Akademi Militer Nasional yang berkedudukan di Magelang. Akademi Militer yang merupakan kelanjutan dari MA Yogyakarta dan taruna masukan tahun 1957 ini dinyatakan sebagai Taruna AMN angkatan ke-4.

Pada tahun 1961 Akademi Militer Nasional Magelang di integrasikan dengan ATEKAD Bandung dengan nama Akademi Militer Nasional dan berkedudukan di Magelang. Mengingat pada saat itu masing-masing angkatan (AD, AL, AU, dan Polri) memiliki akademi, maka pada tanggal 16 Desember 1965 seluruh Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU, dan AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Sesuai dengan tuntutan tugas, maka pada tanggal 29 Januari 1967 AKABRI di Magelang diresmikan menjadi AKABRI Udara, yang meliputi dua AKABRI bagian di bawah satu pimpinan, yaitu AKABRI Bagian Umum dan AKABRI bagian Darat. AKABRI Bagian Umum mendidik taruna TK-I selama satu tahun, termasuk Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka, sedangkan AKABRI bagian Darat mendidik taruna AKABRI Bagian Darat mulai TK-II sampai dengan TK-IV. Pada tanggal 29 September 1979 AKABRI Udarat berubah namanya menjadi AKABRI Bagian Darat.

Dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pada tanggal 14 Juni 1984 AKABRI Bagian Darat berubah namanya menjadi Akmil (Akademi Militer). Pataka Akademi Militer mempunyai seloka yang berbunyi "Adhitakarya Mahatvavirya Nagara Bhakti" yang mempunyai makna kesatria yang rajin dan giat menuntut ilmu untuk diamalkan secara gagah berani dan bercita-cita luhur sebagai patriot bangsa.

Pendaftaran Akmil biasanya dimulai pada bulan Februari dan seleksi dimulai 1 April setiap tahunnya dan pendidikan dimulai pada 1 Agustus. Untuk lulusan IPS disesuaikan dengan kebutuhan di TNI-AD. Oleh karena itu tidak setiap tahun menerima dari lulusan IPS. Hal ini dikarenakan jurusan administrasi yang biasa diambil oleh lulusan IPS, akan diisi oleh perwira dari Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK) yang berasal dari D3 ke atas. Usia penerimaan calon taruna minimal 18 tahun saat mulai pendidikan dan maksimal 22 tahun. Bagi calon yang berkacamata maksimal 1 dioptri, dan nilainya harus lebih tinggi daripada calon lain yang tak berkacamata. 

B.  Keistimewaan

Akmil merupakan pendidikan ikatan dinas yang dibiayai oleh negara. Pendidikan Akmil ditempuh dalam 4 tahun. Dengan rincian Pendidikan Dasar Keprajuritan Chandradimuka yang dilaksanakan bersama taruna AAL dan AAU selama setahun tahun, tingkat I s/d tingkat IV selama empat tahun. Mulai tahun ini taruna yang lulus akan mendapat titel Sarjana Pertahanan. Selama masa pendidikan, Taruna tidak diperkenankan untuk menikah sampai yang bersangkutan telah dua tahun menjalani ikatan dinas selepas dilantik menjadi letnan dua. Untuk lulusan IPA mengambil jurusan Umum, sedang untuk lulusan IPS mengambil jurusan Administrasi.

Pada Tingkat III, Taruna dibagi menjadi lima jurusan, yakni Jurusan Tempur, Jurusan Teknik Zeni, Teknik Peralatan, Teknik Perhubungan dan jurusan Administrasi. Menjelang akhir pendidikan, khusus taruna Jurusan Tempur (Umum) dibagi lagi menjadi tiga yang akan menyandang korps Infanteri, Kavaleri, Artileri Medan, dan Artileri Pertahanan Udara. Khusus taruna Jurusan Administrasi dibagi lagi menjadi enam yang akan menyandang korps Pembekalan Angkutan, Topografi, Polisi Militer, Ajudan Jenderal, Keuangan, dan Penerbang. Semua kecabangan itu merupakan pilihan dari taruna sendiri tetapi harus disesuaikan dengan hasil dari tes psikologi masing-masing taruna pada saat akhir pendidikan.

Akmil juga memiliki Organisasi Resimen Korps Taruna yang merupakan wahana untuk melatih dan mengembangkan diri bagi para Taruna dalam tata kehidupan keprajuritan yang dilandasi dengan Sapta Marga, Peraturan Kehidupan Taruna dan Kode Kehormatan Taruna. Organisasi ini mempunyai tugas pokok membantu lembaga dalam mencapai tujuan pendidikan.

Struktur Organisasi Resimen Korps Taruna ini mengacu pada organisasi Resimen Taruna dengan tujuan agar Taruna sedikit banyak mengetahui tentang struktur organisasi dalam tubuh TNI. Proses pemilihan Pejabat Korps dilaksanakan melalui penilaian kepribadian, jasmani, intelektual, psikotes dan sosiometri.

Resimen Korps Taruna mempunyai kegiatan-kegiatan yang turun-temurun dan menjadi suatu Tradisi Korps Taruna seperti: Serah terima Pimpinan Korps Taruna, Malam Pengantar Tugas dan Serah Terima Genderang Seruling Canka Lokananta yang merupakan Drumband kebanggaan Taruna Akademi Militer.

Sebagai wujud sosialisasi, Taruna Akademi Militer melaksanakan berbagai kegiatan integratif dengan Taruna AAL dan AAU seperti: Latsitarda dan Porsitar. Selain itu, untuk mengembangkan kemampuan para Taruna dalam mendukung tugas-tugas di masa mendatang, kurikulum Akademi Militer menyelenggarakan program latihan yang merupakan kegiatan-kegiatan khusus Taruna Darat, yaitu Pramuka Yudha dan Pendidikan Dasar Para.

Untuk mengembangkan bakat para Taruna yang telah dimiliki sebelum menjadi Taruna Akademi Militer menyediakan berbagai fasilitas meliputi fasilitas olahraga maupun kesenian yang dapat dimanfaatkan oleh Taruna dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Selain berbagai keistimewaan tersebut di atas, bila Anda berkunjung ke Akmil Magelang, Anda juga dapat mengunjungi Gunung Tidar. Gunung ini mempunyai nilai sejarah perjuangan bangsa dalam peristiwa yang dikenal dengan "Insiden Puncak Tidar". Sedangkan di dalam legenda Jawa, gunung tidar terkenal dengan sebutan Pakuning Tanah Jawa (Pakunya Pulau Jawa) yang mempunyai makna menjamin kestabilan Pulau Jawa. Dari ketinggian puncak Tidar, kita akan dapat melihat keindahan dan panorama kota Magelang sekitarnya dan ksatrian Akmil

C.  Lokasi

Akademi Militer terletak di Jalan Gatot Subroto, Magelang, Jawa Tengah.

D. Akses

Dari Yogyakarta, Akademi Militer (Akmil) dapat dicapai dengan mudah. Meskipun terletak di Magelang, Akmil dapat ditempuh dengan semua moda transportasi darat, baik umum maupun pribadi. Bagi Anda yang menggunakan angkutan umum, Akmil bisa dicapai dengan bus jurusan Yogyakarta-Semarang dengan titik pemberhentian Terminal Tidar Magelang. Setelah sampai di terminal tersebut, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan kota menuju Akmil. Bagi yang berniat mengunjungi Akmil dengan menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat menggunakan Jalan Magelang untuk menuju Kota Magelang. Setelah sampai di Pertigaan Armada, Anda lantas mengambil arah ke kanan, terus hingga berhenti di depan Akmil.

E.  Harga Tiket

Tidak ada tiket serupiah pun yang perlu Anda bayar untuk menuju ke Akademi Militer Magelang. Anda hanya perlu mengkonfirmasi kunjungan terlebih dahulu ke bagian informasi Akmil.

F.  Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Sebagai lembaga pendidikan militer, Akademi Militer Magelang memiliki fasilitas dan akomodasi yang mendukung kegiatan di dalamnya. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain:

1.   Ksatrian Akmil

Fasilitas pendidikan ini terdiri dari Kampus Akmil dan Kompleks Panca Arga yang didalamnya. Kampus Akmil merupakan fasilitas yang didalamnya biasa berlangsung kegiatan seperti pengenalan Akademi Militer melalui pemutaran video di ruang kelas "D"; penjelasan singkat tentang kampus Akmil melalui maket; tour kampus Akmil dengan jalan kaki, sepeda kayuh dan bus; Taman Meriam, yang berisi beberapa meriam yang pernah dimiliki TNI AD, serta koleksi tanaman langka yang ditanam oleh tamu/pejabat negara yang berkunjung ke Akmil; serta Taman Yudha Bhakti,  yang didalamnya terdapat monumen nama nama Kadet dan Alumni yang gugur selama Revolusi Fisik dan berisi tanaman langka yang ditanam oleh Presiden RI dan Wakil Presiden RI serta tamu negara setingkat Perdana Menteri ke atas yang berkunjung ke Akmil.

Sementara itu, di Kompleks Panca Arga terdapat kompleks perumahan personel Akmil. Di kompleks ini terdapat fasilitas pendukung pendidikan Taruna yang dapat dijadikan sebagai obyek wisata, antara lain :

  • Puskopad (Pusat Koperasi Angkatan Darat) Akmil, yang menyediakan souvenir/cendera mata khas Akademi Militer.
  • Propalatker (Produksi Pangan dan Latihan Kerja) yang merupakan eselon pelayanan Akmil di bidang swasembada pangan dan pelatihan tenaga kerja (pertanian dan peternakan terpadu).
  • Daerah Latihan Drill Teknis Taruna.
  • Batalyon Demontrasi dan Latihan (Yon Demlat).

2.   Museum

  • Museum Taruna Abdul Djalil. Museum ini menggambarkan lintasan sejarah Akademi Militer dari masa ke masa, yang terdiri dari Ruang Pra AMN (Akademi Militer Nasional), Ruang AMN, Ruang AKABRI, Ruang Akmil, Ruang koleksi senjata, Ruang Bhakti Taruna. 
  • Museum Pangsar Sudirman ( Route Gerilya Pangsar Sudirman). Di museum ini digambarkan lintasan sejarah rute gerilya Panglima Besar Sudirman. Di museum ini, dapat dilihat berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan gerilya pada masa mempertahankan kemerdekaan.

3.   Lembah Tidar

Fasilitas Lembah Tidar ini menyediakan beberapa tempat rekreasi dan sarana olah raga, antara lain:

  • Borobudur Golf International And Country (18 holes)
  • Fasilitas olah raga umum : Lap. Tenis, Volly ball, Basket, Stadion Sapta Marga, GOR Suroto (Bulutangkis, Tenis Meja dan Fitness)
  • Kolam Renang Soekotjo, Pisangan , Magelang.
  • Kolam renang Sukotjo ini terletak di luar Kesatrian Akmil (± 3km), tepatnya di daerah Pisangan , Magelang. Luas kolam renang ini adalah 0,9769 Ha.

4.   Laboratorium  Multimedia Bahasa

Laboratorium bahasa ini, digunakan pada saat pelajaran Bahasa Inggris. Di lab ini para Taruna Akmil dapat mengikuti pelajaran Bahasa Inggris yang dipandu oleh Guru dan belajar yang sifatnya mandiri (Self Study). Laboratorium ini dikelola dan menjadi tanggung jawab Departemen Sosial dan Bahasa (Depsosbah) Akmil.

5.   Laboratorium Fisika Dan Kimia

Laboratorium ini secara operasional menjadi tanggung jawab Departemen Mipa dan Teknologi (Mipatek). Di Laboratorium ini para Taruna Akmil melaksanakan praktek pelajaran-pelajaran  Mipa dan teknik, yang telah diajarkan oleh para Gumil (guru militer) dan Dosen di kelas secara teori.

6.   Kelas Komputer

Kelas Komputer ini secara operasional juga dikelola oleh Depmipatek. Di kelas ini para Taruna mendapatkan pelajaran atau pengetahuan tentang cara penggunaan dan pengoperasian komputer, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan teknologi dan informatika yang menggunakan fasilitas komputer.

7.   Lapangan Tembak M.Socheh

 

 

Teks: Adi Tri Pramono
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 18843 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 1.147
     Hari ini: 6.687
     Kemarin : 8.982
     Minggu lalu : 70.121
     Bulan lalu : 240.331
     Total : 8.480.914
    Sejak 20 Mei 2010