English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Minggu, 31 Agustus 2014

SMKI Yogyakarta

Foto By: Ricky Ditriyan

Rating : 1.5 ( 6 pemilih )

SMKI YOGYAKARTA

Alamat : Jalan Madukismo, Kasihan 55181

Koordinat GPS : -7 49' 51.17", +110 20' 53.37"

Share



A. Selayang Pandang

Sekolah formal di Indonesia yang khusus mengajarkan kesenian dalam pelajarannya tak begitu banyak ditemukan. Lebih khusus lagi, sekolah formal di Indonesia yang khusus mengajarkan tentang seni pertunjukan lebih sedikit lagi dijumpai. Salah satu dari sedikit sekolah yang khusus mengajarkan tentang pelajaran seni dan lebih khusus lagi tentang seni pertunjukan adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kasihan atau Sekolah Menengah Karawitan Indonesia Negeri Yogyakarta (SMKI Yogyakarta).

SMKI Yogyakarta merupakan salah satu sekolah formal setingkat SLTA yang termasuk ke dalam kelompok seni dan kriya untuk bidang keahlian seni pertunjukan. Di sekolah ini terdapat 4 program keahlian, yaitu jurusan seni karawitan, seni tari, seni pedalangan, dan seni teater.

Cikal bakal berdirinya SMKI Yogyakarta ternyata telah dimulai sejak tahun 1918 oleh perkumpulan seni tari Krido Bekso Wirotomo yang merintis penyelenggaraan pelajaran tari menuju ke arah bentuk dan cara yang sistematis. Usaha tersebut kemudian disusul oleh Perguruan Tamansiswa yang mulai memasukkan pelajaran kesenian ke dalam sistem pendidikannya.

Pasca kemerdekaan, tongkat estafet pelestarian kegiatan seni kemudian beralih ke tangan para pemuda pelajar pejuang yang kemudian menjelma menjadi perkumpulan seni tari Iramatjitra. Pada perkembangan kemudian, muncul berbagai desakan untuk melembagakan perkumpulan seni tari Iramatjitra dengan harapan agar dapat membina kehidupan seni secara sistematis, kontinyu, dan dapat mengembangkan sesuai dengan selera zaman.

Desakan ini menemukan pijakan sempurna ketika tahun 1961, Iramatjitra dilembagakan dan diakui oleh negara melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 48 tahun 1961 tanggal 17 Oktober 1961, dengan keputusan untuk mendirikan Konservatori Tari (KONRI) di Yogyakarta. Surat Keputusan tersebut juga sekaligus menunjuk Riyo Koesoemobroto, Kepala Inspeksi Daerah Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pemimpin sementara, sedangkan wakil pimpinan merangkap pimpinan harian adalah R.C. Hardjo Soebrto, guru tidak Tetap pada KONRI.

Nama KONRI bertahan sampai tahun 1976 dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0292/O/ 1976, tanggal Desember 1976. Surat keputusan ini menetapkan perubahan nama KONRI menjadi Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI). Perubahan kembali terjadi pada tahun 1997 dengan keluarnya Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 036/O/1997, tanggal 7 Maret 1997 yang menetapkan perubahan untuk SMKI menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Kasihan (SMKI Yogyakarta) sampai sekarang.

Sebagai sekolah formal yang mencetak tenaga ahli (lulusan) dalam bidang seni pertunjukan yang layak masuk ke dunia kerja, SMKI Yogyakarta secara langsung telah turut serta melestarikan kebudayaan, khususnya dalam bidang seni pertunjukan. Kehadirannya ikut memberikan warna tersendiri melalui lulusan dari sekolah ini. Para lulusan inilah yang menjadi duta budaya untuk mengembangkan kesenian di tanah air pada umumnya dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada khususnya.

Bukti nyata atas kiprah para siswa dan lulusan SMKI Yogyakarta untuk pengembangan kebudayaan adalah peran serta mereka secara aktif dalam berbagai agenda kebudayaan yang rutin digelar di Yogyakarta. Misalnya para siswa dari program keahlian seni karawitan dan seni tari mendapatkan kewajiban untuk tampil setiap bulan secara bergiliran, sebagai pengisi acara maupun pengiring dalam pentas seni tari di Bangsal Sri Manganti, Keraton Kasultanan Yogyakarta.

Selain itu, program keahlian seni pedalangan juga turut berkiprah dalam pengembangan seni pedalangan dengan menyelenggarakan pergelaran wayang kulit keliling di masyarakat setiap tahunnya. Sedangkan bagi para siswa, uji pementasan diselenggarakan pada setiap akhir semester tingkat 3. Lewat program seperti inilah, SMKI Yogyakarta sukses mencetak para dalang gaya Yogyakarta yang terkenal di Indonesia. Para dalang tersebut misalnya Ki Seno Nugroho, Ki Radya Harsana, Ki Udreka, dan lain sebagainya.

Khusus untuk program keahlian seni teater, para lulusan dari program ini telah tersebar dan masuk ke dunia kerja sebagai pemain teater, sutradara teater, pengelola pementasan teater televisi, pembawa acara, penulis naskah, pelaksana artistik, tata panggung dan tata lampu, dan pekerja radio dan televisi. Para lulusan dari SMKI Yogyakarta ini terus membawa jiwa seni mereka dalam kehidupan keseharian maupun profesi yang kini tengah mereka jalani.

B. Keistimewaan

SMKI Yogyakarta adalah satu dari sedikit sekolah formal yang khusus mengajarkan tentang seni pertunjukan. Salah satu keistimewaan SMKI Yogyakarta adalah menyediakan jurusan Pedalangan. Pendidikan pedalangan merupakan mata pelajaran yang sangat langka bahkan untuk ukuran sekolah formal di Yogyakarta. Tercatat, selain di SMKI Yogyakarta, pendidikan pedalangan juga terdapat di Sekolah Pedalangan Habiranda yang ada di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Hanya saja, Sekolah Pedalangan Habiranda bukan sekolah formal dan lebih ke arah kursus pedalangan.

Jika Sekolah Pedalangan Habiranda sarat dengan berbagai keterbatasan, jurusan Pedalangan di SMKI Yogyakarta justru mendapatkan sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini sejalan dengan kapasitas SMKI Yogyakarta sebagai sekolah formal yang berada di bawah perlindungan dan mendapatkan fasilitas dari negara.

C. Lokasi

SMKI Yogyakarta terletak di Jalan Pabrik Gula Madukismo, Kecamatan Bugisan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

D. Akses

Lokasi SMKI Yogyakarta bisa diakses dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun dua. Jika menggunakan sarana bus kota, SMKI Yogyakarta bisa diakses dengan naik bus kota jalur 9 atau 11 dari terminal bis Giwangan Yogyakarta, dengan tujuan Jalan Bugisan, kemudian turun di SMKI Yogyakarta.

E. Harga Tiket

Pengunjung yang akan singgah di SMKI Yogyakarta tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Guna menunjang proses belajar mengajar, SMKI Yogyakarta mempunyai fasilitas belajar yang cukup memadai. Selain gedung yang didesain dengan desain sangat tradisional Jawa, SMKI Yogyakarta juga mempunyai fasilitas antara lain: 12 ruang teori, 1 laboratorium komputer dan internet, 5 studio karawitan, 4 studio seni tari, 2 studio pedalangan, 1 studio teater, 1 studio rekaman, 1 studio terbuka, 1 ruang rias dan busana, 1 joglo pendopo, 7 perangkat gamelan laras slendro pelog, 3 set wayang kulit, 2 set sound system dan lighting, dan aneka aksesoris seni pertunjukan.

Sarana dan prasarana penunjang lain yang disediakan oleh SMKI adalah beasiswa. Beasiswa diberikan setiap tahun dengan patokan standar kualifikasi tertentu yang telah ditetapkan oleh sekolah. Beberapa beasiswa tersebut antara lain: Bantuan Khusus Murid, Supersemar, Bantuan Keahlian Khusus, Rawan Putus Sekolah, dan Jaminan Pendidikan Daerah.

Selain bantuan beasiswa, SMKI Yogyakarta juga menyediakan berbagai fasilitas jasa, yaitu:

  • Jasa pertunjukan seni karawitan: Siteran, Gadon, Uyon-uyon lengkap/ gendhing-gendhing pahargyan, karawitan iringan/ ilustrasi, karawitan garapan baru dan campursari.
  • Jasa pertunjukan seni tari dan rias: Tari klasik, kreasi baru baik tunggal maupun berpasangan dan garapan tari kolosal untuk even seremonial serta jasa rias.
  • Jasa pertunjukan seni pedalangan: Pementasan wayang kulit dengan pakeliran padat maupun pakeliran semalam suntuk lengkap meliputi perangkat wayang dan gamelan.
  • Jasa pertunjukan seni teater televisi: Seni ketoprak, teater modern, pantomim, casting dan pembawa acara.
  • Jasa pelatihan (kursus): Melayani pelatihan secara kilat di semua bidang seni pertunjukan baik untuk umum sekolah maupun turis asing. Untuk seni karawitan, jenis kursus yang dilayani meliputi pengendang, penggender, pengrebab, penggambang, dan vokalis. Untuk seni tari, jenis kursus yang dilayani meliputi tari klasik dan kreasi. Untuk seni pedalangan, jenis kursus yang dilayani meliputi cepeng sabet, vokal pedalangan, karawitan iringan, pedalangan, dan cara berpakaian Jawa dengan cepat. Dan untuk seni teater, jenis kursus yang dilayani meliputi kursus MC, kethoprak, pantomim, dan seni peran. Masing-masing kursus memerlukan waktu antara 2-6 bulan.
  • Jasa sarana dan prasarana: Untuk keperluan resepsi, rapat-rapat, ulang tahun dan pergelaran seni pertunjukan dapat memanfaatkan gedung berupa joglo yang dilengkapi dengan lighting, sound system dan kelengkapan lainnya.

 

Teks: Tunggul Tauladan
Foto: Koleksi Jogjatripcom
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 11300 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya