English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Rabu, 1 Oktober 2014

Makam Nyi Ageng Serang

Makam Nyi Ageng Serang (Photo by Fajar Kliwon)

Rating : 1.9 ( 7 pemilih )

MAKAM NYI AGENG SERANG

Alamat : Banjarharjo, Kalibawang, Yogyakarta, Indonesia

Koordinat GPS : -7.67901,110.253439

Share



A. Selayang Pandang

Nama Nyi Ageng Serang, tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Beliau adalah salah satu pahlawan nasional perempuan yang turut mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda.

Lahir di Serang, Purwodadi, Jawa Tengah pada tahun 1752, Nyi Ageng Serang mempunyai nama asli R.A. Kustiyah Wulaningsih Retno Edi. Beliau adalah putri Panembahan Notoprojo, penguasa wilayah Serang yang pada waktu itu menjadi bagian dari kerajaan Mataram. Beliau adalah perempuan pejuang yang gigih memperjuangkan tanah air dari penjajahan. Ia adalah pendekar perempuan. Masyarakat Serang menjuluki beliau Djayeng Sekar, sebuah julukan kehormatan bagi perempuan yang mewarisi sifat-sifat pendekar. Beliau menjadi pemimpin laskar Gula Kelapa untuk wilayah Jawa Tengah daerah timur-laut.

Nyi Ageng Serang tak pernah surut dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda hingga beliau berusia senja. Peperangan itu pula yang mengantarkan beliau ke tempat di mana ia sekarang dimakamkan yakni bukit Traju Mas atau sekarang dikenal dengan Perbukitan Menoreh. Pada masa Perang Diponegoro, beliau memimpin pasukannya melakukan long march dari Serang kemudian bergerak ke barat lalu menuju ke selatan menyusuri sungai Progo kemudian bermarkas di bukit Traju Mas. Di bukit inilah beliau bersama pasukannya menyusun strategi peperangan.

Nyi Ageng Serang wafat ketika berusia 76 tahun. Beliau wafat karena sakit tahun 1828, dua tahun sebelum Perang Diponegoro berakhir. Kemudian beliau dimakamkan di perbukitan Menoreh sesuai dengan permintaan beliau sebelum wafat. Kompleks pemakaman beliau terletak di Dusun Beku, Desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo.

Sebelum pengunjung memasuki kompleks makam, para pengunjung akan melihat sebuah monumen yang menerangkan beliau sebagai pahlawan nasional. Di kompleks pemakaman terdapat makam beberapa prajurit yang telah berjuang bersama beliau. Kemudian di bagian tengah terdapat dua bangunan berbentuk joglo. Makam Nyi Ageng Serang, putri beliau, serta para abdi dalem menempati bangunan yang pertama. Sedangkan bangunan yang kedua bersemayam suami beliau yaitu, R.M. Kusuma Wijaya, ibu, dan para keluarga beliau yang lain.

Makam Nyi Ageng Serang selalu ramai pada Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan, masa liburan sekolah, pada hari-hari besar keagamaan Islam, dan pada hari-hari tertentu. Setiap tahun masyarakat Desa Banjarharjo juga mengadakan berbagai pentas seni dan budaya untuk mengenang jasa dan perjuangan Nyi Ageng Serang.

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para peziarah ketika mengunjungi makan Nyi Ageng Serang adalah para peziarah tidak boleh membawa senjata tajam dan tidak boleh membawa minuman yang dapat menyebabkan mabuk. Para peziarah harus tetap menjaga ketenangan dan tidak memancing keributan. Bagi perempuan yang sedang haid atau nifas tidak boleh masuk ke dalam makam. Selain itu para pengunjung juga diharapkan melepas alas kaki ketika memasuki pintu kompleks makam.

B. Keistimewaan

Kompleks makam Nyi Ageng Serang memiliki nilai sejarah yang tinggi sebagai situs untuk mengenang perjuangan beliau dalam melawan penjajahan. Di bukit yang sekarang menjadi peristirahatan terakhir itulah Nyi Ageng Serang dan pasukannya menyusun strategi peperangan. Bukit Menoreh dan kompleks makam beliau menjadi bukti sejarah bahwa kemampuan seorang perempuan tidak kalah dengan laki-laki. Bahkan jauh sebelum gerakan kata feminisme dicetuskan di Eropa.

Masyarakat Desa Banjarharjo secara rutin menggelar pementasan seni untuk memperingati kepahlawanan beliau. Pementasan kesenian biasanya digelar pada setiap bulan Sura (Muharram). Para seniman dari berbagai dusun di Banjarharjo tak mau ketinggalan untuk menampilkan berbagai seni tradisi, yaitu tarian dolalak, kuda lumping, shalawatan, dan pementasan kesenian yang lain. Gelar kebudayaan lokal tersebut merupakan ekspresi beberapa seniman untuk mengenang beliau, serta merupakan upaya untuk melestarikan budaya lokal. Gelar budaya itu juga diselingi dengan pameran aneka buah-buahan dan produk makanan yang dihasilkan oleh Desa Banjarharjo.

Selain nilai memiliki nilai kepahlawanan dan sejarah, makam Nyi Ageng Serang juga mempunyai daya tarik tersendiri. Makam ini menjadi tempat untuk mencari berkah (ngalap berkah) agar keinginan para peziarah terkabul. Ritual ziarah untuk mendoakan mereka yang sudah meninggal berbaur dengan kepercayaan mistik masyarakat. Hal ini terlihat dengan ramainya para peziarah pada hari-hari tertentu, misalnya pada malam Selasa dan Jum’at Kliwon.

C. Lokasi

Secara administratif lokasi makam Nyi Ageng Serang berada di Dusun Beku, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo. Sekitar 30 km dari Yogyakarta.

D. Akses

Para pengunjung dapat menggunakan transportasi umum, kendaraan pribadi, maupun bus pariwisata untuk dapat mencapai lokasi makam ini. Jalan yang menuju ke makam ini juga sudah diaspal sehingga membuat nyaman para pengguna jalan.

Jalur transportasi dari Yogyakarta menuju Makam Nyi Ageng Serang, yaitu dari perempatan setelah pasar Godean, Anda dapat mencari jalan yang menuju ke arah Kenteng. Kemudian di perempatan pertama jalan yang sedang dilewati sekarang berbelok ke kanan. Setelah perempatan itu jalan menuju lokasi tidak bercabang sampai ada papan petunjuk ke makam Nyi Ageng Serang dan Gua Maria Sendangsono. Dari papan petunjuk menuju lokasi makam masih lurus kira-kira 20 menit. Anda akan menjumpai jalan cabang ke kiri yang menanjak pada jalan tersebut. Nah, jalan itulah yang menuju makam Nyi Ageng Serang.

E. Harga Tiket

Untuk masuk di kawasan makam Nyi Ageng Serang para pengunjung tidak dikenakan biaya. Para pengunjung biasanya hanya diminta memberi sumbangan suka rela yang akan digunakan untuk biaya perawatan dan perbaikan makam.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di kompleks makam ini ada seorang juru kunci yang akan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para peziarah. Bagi para peziarah yang mempunyai niat ngalap berkah dari makam tersebut, juru kunci akan siap memandu. Biasanya juru kunci menyuruh pengunjung membawa bunga tujuh rupa, kemenyan, dan kadang-kadang disertai puasa.


Teks: Mujibur Rohman
Foto: Koleksi Jogjatripcom
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 10995 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 370
     Hari ini: 759
     Kemarin : 5.153
     Minggu lalu : 46.914
     Bulan lalu : 201.211
     Total : 8.011.217
    Sejak 20 Mei 2010