English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Jumat, 26 Desember 2014

Taman Satwa Taru Jurug

Photo by tatv.co.id

Rating : 2 ( 6 pemilih )

TAMAN SATWA TARU JURUG

Alamat : Kota Surakarta, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia

Koordinat GPS : -7 33' 49.11", +110 51' 15.06"

Share



A. Selayang Pandang

Taman Jurug adalah sebutan populer untuk Taman Satwa Taru Jurug. Taman yang dibangun pada tahun 1975 ini menempati area seluas 14 hektar dan merupakan tempat rekreasi keluarga yang menawarkan pemandangan alam yang indah, fasilitas hiburan gratis, sarana permainan anak-anak, tempat-tempat bersantai, dan lain-lain.

Pada tahun 1983, Taman Jurug mengalami pengembangan, yaitu dari taman bersantai menjadi wisata satwa atau kebun binatang. Pengembangan dan penambahan satwa di taman ini, merupakan akibat dari adanya perluasan stadion Sriwedari yang menggeser keberadaan Kebun Binatang Sriwedari, warisan Raja Surakarta, yaitu Paku Buwono X. Akibat pemugaran itu, satwa-satwa yang ada di Kebun Binatang Sriwedari kemudian dipindahkan ke Taman Jurug.

Sebagai salah satu taman wisata kebanggaan Pemerintah Kota Surakarta, Taman Satwa Taru Jurug mengalami pengembangan dan renovasi di segala bidang. Pengembangan itu bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke taman ini. Beberapa pengembangan tersebut di antaranya ialah pembuatan Taman Gesang dan Petilasan Joko Tingkir serta pementasan panggung hiburan terbuka di hari-hari libur. Pengembangan itu merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan taman ini sebagai obyek wisata unggulan di Jawa Tengah. Di samping itu, dengan dibentuknya empat instansi pemerintah untuk turut serta menjadi pengelola taman ini, yaitu Dinas Pertanian (sebagai pengawas flora dan fauna), Dinas Pendapatan Daerah (sebagai pengelola management keuangan), Dinas Tata Kota (sebagai pengelola fungsi ruang dan investasi), dan yang ke empat ialah Kantor Pengelola Aset Daerah, juga semakin mempercepat tekad pemerintah tersebut.

B. Keistimewaan

Berkunjung ke Surakarta, terasa kurang berkesan sebelum Anda menginjakkan kaki mengunjungi Taman Satwa Taru Jurug Solo. Taman yang berada di tepi Sungai Bengawan Solo ini menawarkan keindahan taman-taman yang menghijau dan juga berbagai macam sarana permainan anak-anak. Selain itu, terdapat juga berbagai macam jenis tumbuhan besar yang membuat suasana taman ini menjadi rindang. Di tempat ini, pengunjung dapat juga berkeliling melihat berbagai macam binatang yang hidup di dalamnya, seperti monyet, ular, gajah, menjangan, burung, beruang madu, harimau sumatera, macan tutul, merak biru, dan macam-macam koleksi satwa lainnya.

Keistimewaan lainnya, tampak pada ruas-ruas jalan yang disusun dari konblok yang tertata rapi sehingga membuat rasa nyaman bagi para pelancong yang berjalan kaki mengelilingi taman. Selain berjalan kaki, pengunjung yang ingin berkeliling menikmati suasana taman juga dapat memanfaatkan kereta mini dengan tarif sekitar Rp 3.000 per orang untuk satu kali putaran.

Bagi pelancong yang gemar dengan suasana air, di Taman Satwa Taru Jurug ini juga dilengkapi dengan telaga kecil. Di telaga buatan ini pelancong dapat mengelilingi keindahannya dengan menyewa perahu. Bagi pelancong yang gemar memancing, dapat juga memancing di telaga tersebut dengan menyewa peralatan pancing di kios persewaan di kawasan ini. Fasilitas menarik lainnya ialah pelancong dapat menunggang gajah atau kuda berkeliling taman, dengan ongkos sekitar Rp 3.000—7.000 per orang untuk satu kali putaran.

Banyak juga para pengunjung yang hanya ingin menikmati kesegaran udaranya dengan duduk-duduk di bawah pepohonan yang rindang seperti pohon munggur, cemara, flamboyan, dan akasia. Di bawah pepohonan tersebut, pelancong dapat duduk-duduk bersantai dengan menyewa tikar. Pada hari libur, pelancong dapat juga menyaksikan panggung hiburan terbuka yang mementaskan berbagai macam pentas hiburan seperti dangdut, campur sari, keroncong, reog, wayang kulit, dan beberapa pentas kesenian lainnya.

Taman ini konon juga merupakan tempat memperoleh inspirasi lagu “Bengawan Solo” karya legendaris keroncong, Gesang. Kemunculan lagu Bengawan Solo ini, turut mempopulerkan keberadaan obyek wisata Sungai Bengawan Solo. Untuk mengenang jasa-jasanya itu, kemudian dibuatlah Taman Gesang di dalam lokasi wisata Taman Jurug ini. Di dalam taman ini terdapat patung Gesang serta aula terbuka. Taman yang diresmikan oleh Wali Kota Surakarta, Hartomo, pada tanggal 1 Oktober 1993 ini, dibangun tepat di pinggir Sungai Bengawan Solo. Patung Gesang diberi pagar yang terbuat dari besi sehingga nampak berdiri kokoh dan jauh dari jangkauan anak-anak yang ingin memanjatnya. Di dekat taman ini juga terdapat petilasan Joko Tingkir.

Selain sebagai tempat wisata, Taman Satwa Taru Jurug Solo juga sering digunakan sebagai tempat penelitian berbagai satwa liar dengan koleksi satwa sekitar 207 jenis yang berasal dari lokal maupun mancanegara. Sedangkan tumbuhan yang hidup di taman ini di antaranya yaitu cemara, flamboyan, akasia, munggur, dan lain sebagainya.

Wisatawan juga dapat melihat keindahan pemandangan alam Sungai Bengawan Solo yang terletak di samping Taman Jurug ini dengan menyewa perahu motor. Selama perjalanan, pelancong akan disuguhi keindahan pemandangan berupa tebing-tebing yang menjorok ke tengah sungai. Di sungai ini, pelancong juga dapat melihat tradisi tahunan yang disebut Larung Getek Joko Tingkir. Tradisi ini diselenggarakan dalam rangka mengenang jejak sejarah Joko Tingkir saat menyusuri sungai ini. Tradisi ini diselenggarakan pada bulan Syawal. Untuk dapat menyaksikan tradisi ini, pengunjung tidak dipungut biaya.

C. Lokasi

Taman Satwa Taru Jurug terletak di Kota Surakarta, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Taman ini tepatnya berada di jalan Ir. Sutami, jalan utama yang menghubungkan antara Kota Yogyakarta dengan Surabaya.

D. Akses

Untuk menuju Taman Satwa Taru Jurug cukup mudah karena dapat dijangkau dari berbagai arah dengan menggunakan kendaraan umum (bus). Pelancong dapat memulai perjalanan dari Terminal Tirtonadi Solo. Dari terminal ini, pelancong bisa naik angkutan kota menuju ke Taman Jurug. Perjalanan dari Terminal Tirtonadi sampai ke Taman Jurug biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dari Terminal Tirtonadi tersebut, pengunjung dapat juga naik bus jurusan Surakarta—Surabaya atau Solo—Tawangmangu dan turun di lokasi.

E. Harga Tiket

Untuk dapat memasuki obyek wisata Taman Satwa Taru Jurug, pelancong cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 6.000 pada hari-hari biasa dan Rp 7.000 pada hari-hari libur. Sedangkan untuk anak usia 2—4 tahun pada hari biasa tiket masuknya sebesar Rp 3.000 dan khusus pada hari libur sebesar Rp 4.000 (Desember 2008). Uang pembayaran itu sudah meliputi jaminan asuransi kecelakaan selama berada di area taman. Taman ini buka setiap hari mulai dari jam 07.00—17.00 WIB (Desember 2008).

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di area wisata ini terdapat berbagai macam fasilitas, di antaranya mushala, kereta api kelinci, tempat-tempat bersantai, persewaan peralatan pancing, persewaan tikar, taman bermain, sarana permainan anak-anak (kursi putar, ayunan, kuda-kudaan), telaga mini yang bisa diarungi dengan perahu, kids play ground, dan pada hari libur dilengkapi juga dengan panggung hiburan yang kerap mementaskan grup musik dangdut atau keroncong, reog, dan wayang kulit.

Di lokasi wisata ini banyak terdapat kios yang menjajakan aneka makanan dan minuman. Bagi pelancong yang ingin bermalam menikmati suasana Kota Surakarta pada malam hari, terdapat berbagai macam hotel di sekitar obyek wisata yang dapat dipilih sesuai selera Anda.


Teks: Junardi
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 10111 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya