English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Minggu, 19 November 2017

Gunung Purba Nglanggeran

Photo by Sasha

Rating : 3.9 ( 7 pemilih )

GUNUNG PURBA NGLANGGERAN

Alamat : Nglanggeran, Patuk, Yogyakarta, Indonesia

Koordinat GPS : -7.85624,110.508013

Share




A. Selayang Pandang

Gunung Nglanggeran menawarkan sensasi pendakian malam bertabur cahaya. Dengan jarak tempuh pendakian lebih kurang dua jam dari Ibukota Gunung Kidul, Wonosari, wisatawan bisa menapaki puncak tertinggi gunung purba itu. Nama Nglanggeran berasal dari kata Plangaran yang bermakna setiap perilaku jahat pasti tertangkap. Gunung Nglanggeran ini tersusun dari banyak bongkahan batuan besar yang oleh warga sekitar disebut Gunung Wayang karena bentuknya menyerupai tokoh pewayangan.

Menurut kepercayaan setempat, gunung ini dijaga Ki Ongkowijoyo dan para punakawan Semar, Gareng, Petruk, serta Bagong. Tak heran, sebagian orang masih mengeramatkan gunung tersebut. Pada malam tahun baru Jawa atau Jumat Kliwon, beberapa orang memilih semedi di pucuk gunung. Di Gunung Nglanggeran ini pula warga pernah menemukan arca mirip Ken Dedes.

Jika ingin menyaksikan puncak keindahan Gunung Nglanggeran, pendakian malam memang menjadi satu-satunya pilihan. Berjarak tempuh 22 kilometer arah utara dari kota Wonosari, kawasan Gunung Nglanggeran tersusun dari material vulkanik tua. Gunung tersebut diperkirakan pernah aktif pada 70 juta tahun lalu.

Gunung Nglanggeran memiliki beberapa alternatif jalur pendakian dengan berbagai tingkat kesulitan. Oleh karena itu bisa menjadi pilihan terbaik bagi pendaki pemula karena gunung ini memiliki jurang dan lembah dengan tingkat kesulitan beragam.

Tujuan pertama yang akan ditemui dalam pendakian adalah batuan landai pertama yang dinamai Latar Gede. Di Latar Gede ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan terbenamnya matahari. Bagian tersulit sekaligus menegangkan adalah ketika memasuki batuan gunung setinggi lebih dari 100 meter. Di batuan gunung tersebut terdapat celah sempit yang hanya muat dilewati satu orang. Celah ini dikenal dengan julukan Goa Jepang. Gua ini konon adalah tempat persembunyian tentara Jepang saat dikejar pasukan Amerika saat Perang Dunia II. Gunung Nglanggeran memang cocok sebagai tempat persembunyian karena memiliki lebih dari 28 mata air di samping topografinya yang terdiri dari batu-batuan. Tepat di samping Goa Jepang, terdapat sumber mata air yang tak pernah kering sepanjang masa. Warga meyakini sumber berupa rembesan air itu berasal dari telaga mistis yang dijuluki Telaga Wungu. Konon, hanya orang berhati bersih yang mampu melihat keberadaan telaga itu.

Puncak tertinggi dari Gunung Purba Nglanggeran adalah Gunung Gede, berupa bongkahan batuan seluas setengah hektar. Di pucuk tertinggi itu wisatawan dapat menikmati suguhan taburan cahaya, taburan bintang jatuh, serta menyaksikan terbitnya bulan dari arah timur.

B. Keistimewaan

Keramahtamahan warga sekitar adalah keistimewaan yang sesungguhnya di Gunung Nglanggeran. Mungkin hanya di gunung api purba Nglanggeran, ini para pendaki benar-benar ”dimanjakan”. Setelah lelah menapaki bongkahan batu jenis breksi, wisatawan bisa bersantai sembari menikmati sajian makan pagi, siang, atau malam dari penduduk sekitar. Di sepanjang jalan, asalkan sudah memesan sebelum naik gunung, warga siap mengantar pesanan makanan hingga ke ketinggian 700 meter di atas permukaan laut itu. Harga aneka menu makanan pun cukup mencengangkan karena murahnya. Nasi rames yang diantar dengan peluh bercucuran itu hanya Rp 3.000,00 per bungkus.

Selain itu, berbeda dari pendakian gunung lainnya, wisatawan tak perlu membawa tenda jika mencoba pendakian di Gunung Nglanggeran ini. Di gunung yang seluruh tubuhnya berupa batuan keras ini terdapat banyak sekali ceruk batuan yang biasa digunakan sebagai tempat istirahat saat mendaki. Ceruk batuan ini bahkan sanggup melindungi pendaki dari kencangnya terpaan angin ataupun hujan.

Tidak hanya taburan cahaya alam yang istimewa di Gunung Nglanggeran, saat malam kerlap-kerlip cahaya kota dari Yogyakarta, Klaten, dan Surakarta pun menampakkan kecantikannya. Di jurang yang mengelilingi Gunung Gede pemandangan tersebut bisa diperoleh yang sangat cocok untuk menjadi target fotografi wisatawan. Jurang tersebut konon merupakan bekas kawah dari gunung purba Gunung Nglanggeran juga menjadi rumah bagi aneka flora dan fauna langka, mulai dari kijang, kera, hingga cendana liar.

C. Lokasi

Gunung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Berada di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul. Ketinggian kawasan ini mencapai antara 200-700 mdpl dengan suhu udara rata-rata 23˚ C – 27˚ C. Jika ditempuh dari Wonosari, Gunung Nglanggeran berada 20 km dari kota Wonosari dan 25 km dari kota Yogyakarta, jarak tersebut ditempuh menuju arah utara.

D. Akses

Ada 2 jalur jalan untuk menuju Gunung Nglanggeran ini, yakni melalui jalan aspal dari arah Wonosari kita melewati Bunderan Sambipitu, lantas ke arah menuju dusun Bobung/kerajinan Topeng, kemudian menuju Desa Nglanggeran ( Pendopo Joglo Kalisong/Gunung Nglanggeran).

Sedangkan jika dari arah Yogjakarta, rute dimulai mengarah ke Bukit Bintang Patuk, lalu ke arah desa Ngoro-oro (lokasi stasiun-stasiun Transmisi ) yang berjarak sekitar 7 km. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju desa Nglanggeran yaitu di Pendopo Joglo Kalisong. Kedua rute tersebut bisa ditempuh dengan angkutan umum.

E. Harga Tiket

Masih Dalam Konfirmasi

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Fasilitas berupa restoran dan penginapan terdekat dengan Gunung Nglanggeran terdapat di pusat kota Wonosari. Di Kota tersebut, tersedia beberapa penginapan jenis melati.


Teks: Adi Tri Pramono
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)


Dibaca : 8996 kali.


Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 1.425
     Hari ini: 6.138
     Kemarin : 6.454
     Minggu lalu : 82.866
     Bulan lalu : 320.012
     Total : 11.628.076
    Sejak 20 Mei 2010