English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Jumat, 15 Desember 2017

Sensasi Pedas Sayur Lombok Ijo

Jangan Lombok Ijo

Rating : 0 ( 0 pemilih )

SENSASI PEDAS SAYUR LOMBOK IJO

Alamat :

Koordinat GPS :

Share




A. Selayang Pandang

Satu lagi makanan khas dari Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta yang sangat sayang untuk Anda lewatkan, yakni Jangan Lombok Ijo. Jangan dalam bahasa Jawa berarti sayur, sedangkan lombok ijo berarti cabai keriting berwarna hijau. Jangan Lombok Ijo merupakan masakan berkuah atau sayur bersantan yang berbahan dasar potongan-potongan cabai hijau dan dipadukan dengan irisan cabai rawit, kacang panjang, tempe kedelai, petai, dan rambak (kerupuk yang terbuat kulit sapi) sebagai bahan pelengkap.

Jangan Lombok Ijo sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Gunungkidul sejak zaman nenek moyang. Sayur Lombok Hijau ini biasanya dihidangkan pada saat bersantap siang maupun bersantap malam. Tak jarang pula, sayur ini menjadi salah satu menu favorit dalam berbagai pesta, seperti pada acara perkawinan, khitan, dan sebagainya. Bahkan, beberapa warung makan di Gunungkidul menjadikan sayur “ndeso” ini sebagai sandingan menu wajib bagi sego abang atau nasi merah.

Menu khas Gunungkidul ini juga kerap disajikan oleh masyarakt lokal kala menjamu tamu atau keluarga yang berasal luar daerah. Rasa yang gurih bercampur pedas membuat mereka ketagihan. Dari sinilah para pedagang kuliner, khususnya pengelola warung menilai bahwa sayur berkuah santan ini memiliki nilai jual yang tinggi karena cocok untuk semua selera, yakni tak hanya digemari oleh masyarakat Gunungkidul, tetapi juga masyarakat dari luar daerah.

Hingga saat ini, Jangan Lombok Ijo dapat ditemukan di warung-warung makan yang ada di daerah Gunungkidul. Bahkan, warung makan dengan menu Jangan Lombok Ijo juga dapat dijumpai di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

B. Keistimewaan

Keistimewaan Jangan Lombok Ijo terletak pada rasa yang gurih bercampur pedas. Rasa gurih tersebut muncul dari kuah santan yang kental dengan racikan bumbu berupa tumisan bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, laos, dan beberapa bumbu lainnya. Selain itu, tempe kedelai yang digunakan sebagai pelengkap diambil dari tempe pilihan. Tempe kedelai tersebut dibuat dengan cara tradisional, yakni dibungkus dengan daun pisang atau daun jati.

Kehadiran irisan cabai rawit membuat Jangan Lombok Ijo semakin menggugah selera, terutama bagi Anda yang menyukai rasa pedas. Jika ingin menambah rasa pedas, Anda bisa menambah pesanan berupa sambal terasi atau sambal bawang khas Gunungkidul. Sayur ini biasanya disajikan bersama nasi putih maupun sego abang (nasi merah) beserta lauk pauk berupa tempe goreng, empal goreng, ayam goreng, atau jeroan goreng.

Cara membuat Jangan Lombok Ijo cukup mudah. Pertama-tama, panaskan minyak goreng dalam wajan atau panci, lalu tumis bawang putih dan bawang merah yang sudah diiris tipis. Setelah harum, masukkan tempe yang telah diiris kotak-kotak kecil, cabai hijau, cabai rawit, laos, dan daun salam. Selanjutnya, tambahkan garam, kemiri, gula merah secukupnya, dan sedikit santan. Setelah bumbu-bumbu meresap, masukkan santan kental sedikit demi sedikit, lalu aduk hingga rata. Saat santan mulai mendidih, aduk terus hingga matang agar santan tidak pecah. Setelah matang, hidangkan bersama nasi hangat bersama lauk pauk dan sambal terasi atau sambal bawang.

C. Lokasi

Jangan Lombok Ijo cukup mudah ditemukan di warung-warung makan di pinggir jalan maupun di pasar-pasar tradisional Gunungkidul. Anda juga dapat menikmati Jangan Lombok Ijo di warung makan yang terletak di daerah Semanu, tepatnya di samping Jembatan Jirak, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, terdapat salah satu warung makan Jangan Lombok Ijo yang cukup terkenal di daerah ini, yaitu berlokasi di Jalan Pramuka, tepatnya di sebelah timur Balai Desa Wonosari, Kota Wonosari.

Akses menuju ke lokasi ini cukup mudah. Jika berangkat dari alun-alun Kota Wonosari, Anda menyusuri jalan arah ke utara hingga menemukan perempatan RSUD Wonosari. Setelah itu, Anda belok ke kanan atau arah ke timur sekitar 500 meter.

D. Harga

Harga Jangan Lombok beserta nasi dan lauk pauknya berada dikisaran harga antara Rp. 15.000,00 hingga Rp.20.000/porsi, tergantung jenis lauknya. (2012)

 

Teks: Samsuni

Sumber foto: http://food.detik.com

(Data primer dan berbagai sumber)


Dibaca : 2813 kali.


Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya