English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Sabtu, 23 Juni 2018

Lava Tour Kaliadem

Merapi Lava Tour, Kaliadem - (Photo by Risman Marah)

Rating : 1.9 ( 9 pemilih )

LAVA TOUR KALIADEM

Alamat : Kepuhrejo, cangkringan, Sleman, Yogyakarta

Koordinat GPS : -7.649961,110.444133

Share




A. Selayang Pandang

Masyarakat di Yogyakarta dan Jawa Tengah pasti mengenal dengan baik keindahan dan keganasan Gunung Merapi. Dengan predikat sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi menyimpan potensi bencana alam berupa letusan atau erupsi. Sudah sejak lama para peneliti geologi mengajukan berbagai macam teori mengenai keganasan letusan Merapi. Salah satunya yang terkenal datang dari ahli geologi Belanda, Reinout Willem van Bemmelen, yang mengajukan asumsi bahwa Gunung Merapi pernah meletus hebat pada 1006. Letusan hebat ini, oleh para ahli arkeologi kemudian ditafsirkan sebagai penyebab bagi pusat-pusat kerajaan Mataram Kuna mengalami kemunduran dan kemudian berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Setelah awal Millenium kedua, Merapi pernah meletus beberapa kali, di antaranya tahun 1672, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Pada letusan tahun 1672, awan panas dan banjir lahar menewaskan sekitar 300 jiwa. Sementara, letusan tahun 1930 menelan korban lebih banyak lagi, yakni sekitar 1.369 orang. Kemudian pada tahun-tahun selanjutnya, yaitu erupsi 1954, 1961, 1969, dan 1972-1973, memakan korban jiwa masing-masing puluhan orang. Erupsi lainnya terjadi pada 1994 yang menewaskan puluhan orang, sementara erupsi tahun 1998 tidak menimbulkan korban jiwa, karena letusannya mengarah ke atas.

Pada Millenium ketiga, Merapi sekali lagi menunjukkan keganasannya. Kali ini terjadi pada tahun 14 Juni 2006, di mana terjangan lava dan awan panas mampu merobohkan dinding penghalang bagian Selatan yang biasa disebut geger boyo (punggung buaya), sehingga material panas tersebut kemudian menimbun bumi perkemahan Kaliadem. Erupsi yang hanya berselang 2 minggu sebelum Gempa Bumi melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut telah menewaskan dua relawan evakuasi masyarakat lereng Merapi, yakni Sudarwanto dan Suwarjono. Mereka terjebak di dalam lubang persembunyian (bungker) ketika lahar panas menimbun bungker setinggi sekitar tiga meter.

Kaliadem merupakan jangkauan terjauh dari terjangan lahar dan awan panas (dalam bahasa setempat disebut wedhus gembel) ketika erupsi tahun 2006. Desa-desa di sekitar Kaliadem, seperti Kinahrejo (tempat Mbah Maridjan, juru kunci Merapi tinggal), selamat dari bencana letusan tersebut. Ribuan kubik pasir-batu yang menimbun kawasan Kaliadem ini telah mengubah wajah Kaliadem dari bumi perkemahan yang hijau menjadi hamparan tanah gersang yang sangat luas. Kawasan yang tertimbun bekas lahar Merapi tersebut kemudian diresmikan sebagai obyek wisata dengan nama Lava Tour Kaliadem. Wisatawan domestik maupun mancanegara dapat mengunjungi obyek wisata ini untuk melihat secara langsung material bekas letusan Merapi dan bungker tempat perlindungan dua relawan yang tewas.

B. Keistimewaan

Kawasan kaliadem merupakan dataran tinggi di sebelah selatan Gunung Merapi. Dari kawasan ini, wisatawan dapat menyaksikan puncak Merapi yang menjulang tinggi dengan jarak pandang sekitar 2 kilometer. Pesona keagungan gunung setinggi 2.965 meter di atas permukaan laut (dpl) ini dihiasi oleh asap sulfatara yang tak pernah berhenti mengepul dari mulut kawahnya, memperlihatkan bahwa gunung ini tak pernah berhenti beraktivitas.

Selain menyaksikan indahnya puncak Merapi, wisatawan yang berkunjung siang hari dapat menyaksikan bukti-bukti geologis letusan Merapi tahun 2006, yakni hamparan pasir-batu yang merupakan material letusan dan bungker bekas persembunyian dua relawan. Kawasan gersang yang hanya ditumbuhi semak dan perdu ini nampak bertolak belakang dengan vegetasi hijau pada bukit-bukit di sekitarnya. Sebelum terjadinya erupsi, Kaliadem merupakan bumi perkemahan yang dilengkapi berbagai fasilitas, seperti mushola, toilet, warung-warung permanen, gardu pandang, basecamp pendakian Merapi, serta area luas untuk perkemahan. Kini bangunan-bangunan tersebut telah tertimbun dan hanya menyisakan bagian atas bangunan berupa tembok-tembok yang telah hancur.

Bukti keganasan Merapi lainnya dapat dilihat pada bungker yang menjadi tempat persembunyian relawan. Semula, bungker ini diyakini dapat melindungi para relawan jika sewaktu-waktu Merapi menyemburkan awan panas. Namun, seperti diutarakan oleh Christian Awuy, salah seorang pemandu trekking kawasan Merapi, letusan Merapi ternyata tak hanya menyemburkan awan panas, tetapi juga material panas yang mampu merobohkan Geger Boyo (bukit di bagian selatan puncak Merapi) sehingga menimbun kawasan Kaliadem. Akibatnya, dua relawan yang bersembunyi di dalam bungker tertimbun material setinggi sekitar 3 meter, dengan panas mencapai 1.000 derajat celcius. Meskipun terbuat dari bahan beton setebal 25 cm dan pintu dari besi, karena suhu yang sangat panas tersebut, dua relawan yang berlindung di dalam bungker itu akhirnya tewas. Seorang relawan ditemukan tewas berendam di dalam bak mandi, sementara seorang lainnya di depan pintu besi.

Wisatawan dapat menyaksikan bungker yang berada di kedalaman sekitar 2 meter di dalam tanah tersebut. Bungker ini kini telah dibersihkan dari material pasir dan dilapisi cat putih sehingga kontras dengan warna sekitarnya. Di depan pintu terdapat sebuah prasasti yang menerangkan secara singkat riwayat bungker ini. Memasuki bungker, hawa lembab dan pengap langsung terasa menyelimuti pengunjung seolah mewartakan aura mistis. Benar atau tidak, yang jelas menurut Christian Awuy, jika ingin memasuki bungker, sebaiknya pengunjung tidak sendirian, karena dikhawatirkan bisa terpengaruh suasana mistis tersebut.

Selain kunjungan pada siang hari, kunjungan pada malam hari juga tak kalah menarik. Pada malam hari, wisatawan dapat menyaksikan lelehan lava pijar yang menuruni kubah lava. Pemandangan lelehan lava pijar berwana merah menyala tersebut tentu saja kontras dengan pekatnya malam. Tetapi jangan lupa, jika berkunjung pada malam hari, wisatawan sebaiknya mengenakan pakaian hangat yang cukup, karena udara malam di kawasan ini sangat dingin.

C. Lokasi

Secara administratif, obyek wisata Lava Tour Kaliadem terletak di Desa Kepuharjo, Kecamatan, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta, Indonesia.

D. Akses

Kaliadem terletak sekitar 35 kilometer arah utara Kota Yogyakarta. Hingga saat ini, tidak ada transportasi umum yang melayani perjalanan langsung dari Yogyakarta menuju Kaliadem. Yang ada hanya bus atau mobil yang melayani rute Yogyakarta-Kaliurang. Oleh sebab itu, bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Kaliadem maupun obyek-obyek wisata lainnya di lereng Gunung Merapi disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewaan. Dengan cara ini, wisatawan dapat mengunjungi tidak hanya Lava Tour Kaliadem, melainkan juga obyek-obyek wisata lainnya dengan lebih mudah.

E. Harga Tiket

Mengunjungi Lava Tour Kaliadem wisatawan dipungut biaya tiket sebesar Rp 5.000,00 per orang. Jika membawa kendaraan pribadi, pengunjung juga dikenai biaya tambahan untuk parkir, yakni Rp 5.000,00 untuk mobil dan Rp 3.000,00 untuk motor.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Kawasan Kaliadem telah diramaikan oleh warung-warung yang menjual makanan dan minuman ringan bagi pengunjung. Tak hanya itu, jika pelancong tidak sempat menyaksikan secara langsung peristiwa lelehan lava pijar di malam hari, warung-warung di sekitar Kaliadem juga menjual foto dan video CD yang menggambarkan lelehan lava pijar serta erupsi tahun 2006. Foto dan video CD tersebut juga menyajikan gambaran proses evakuasi korban yang tertimbun material panas di dalam bungker. Foto-foto terseut dijual seharga Rp 15.000,00 hingga Rp 20.000,00 per foto. Sedangkan Video CD dijual seharga Rp 30.000,00 hingga Rp 50.000,00 per video CD.

Apabila berniat menghabiskan malam di kawasan lereng Merapi, wisatawan dapat memesan penginapan di kawasan Kaliurang yang terletak di sebelah Barat Kaliadem. Di Kaliurang terdapat berbagai penginapan, baik hotel maupun losmen yang tak hanya digunakan untuk penginapan, tetapi juga pelatihan, rapat, maupun pertemuan-pertemuan keluarga karena hampir setiap hotel dan losmen memiliki ruang pertemuan. Di tempat ini juga banyak warung dan penjaja kuliner khas Kaliurang, yakni jadah dan tempe bacem, serta sate kelici yang lezat dan gurih. Di dekat Kawasan Kaliurang juga terdapat berbagai obyek wisata menarik lainnya, seperti Tlogo Putri, Taman Kaliurang, dan Gardu Pandang Merapi.

Teks: Lukman Solihin

Foto: Koleksi Jogjatrip.com

(Data primer dan berbagai sumber)

 



Dibaca : 22850 kali.


Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 3.163
     Hari ini: 18.152
     Kemarin : 16.284
     Minggu lalu : 98.573
     Bulan lalu : 212.641
     Total : 14.241.996
    Sejak 20 Mei 2010