English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Jumat, 19 September 2014

Merti Dusun Cerme

MERTI DUSUN CERME

Alamat :

Koordinat GPS :

Share



A. Selayang Pandang

Di wilayah Desa Selopamioro terdapat upacara adat yang diselenggarakan di pelataran Goa Cerme yang berada di dusun Srunggo I dan Srunggo II. Upacara ini disebut upacara Perti Dusun. Kata “Perti Dusun” berasal dari kata petri (memayu, memetri, memerti) yaitu mempercantik, memperindah, dan melestarikan.

Upacara adat ini telah dimulai dari legenda sejak zaman dulu. Syahdan, pada Tahun 387 Saka, Raja Harnaya Rendra dari Kerajaan Giringlaya, sedang sedih karena musibah yang menimpa rakyatnya. Keadaan alam yang bergejolak dahsyat menimbulkan banyak wabah penyakit, kekeringan, kelaparan di seluruh negeri. Atas nasehat punggawa, maka sang raja meminta pertolongan pada Resi Hadidari dari Desa Ngandong Dadapan. Sang resi kemudian menyarankan agar seluruh penduduk desa membersihkan segala sesuatu dengan teliti pada awal tahun. Setelah melaksanakan saran resi itu, keadaan negeri semakin membaik.

Berdasarkan legenda tersebut, masyarakat akhirnya membuat upacara keagamaan yang disebut perti dusun, atau sedekah bumi atau bersih dusun yang merupakan lambang persembahan bagi penguasa pertama atau cikal bakal desa tersebut. Perti dusun yang kemudian dikenal dengan Merti Dusun ini juga disebut-sebut berkaitan dengan Para Wali Sanga yang pertama kali memberi nama Gua Cerme. Mitos yang tersebar di masyarakat, Gua Cerme dahulu pernah digunakan sebagai tempat musyawarah Wali Sanga dalam pengembangan agama Islam di Jawa dan untuk pendirian Masjid Demak. Para Wali memilih Gua Cerme untuk musyawarah karena di tempat inilah surban Sunan Kalijaga ditemukan. Awalnya gua tadi diberi nama Gua Cermin, tapi kemudian lebih dikenal dengan sebutan Gua Cerme.

Dahulu, upacara ini hanya diikuti oleh masyarakat Dusun Srunggo karena lokasi gua yang berada di dusun tersebut. Beberapa hari sebelumnya, masyarakat harus menyembelih seekor kerbau untuk lauk pauk upacara. Pada saat pelaksanaan, setiap kepala keluarga berangkat ke Gua Cerme dengan membawa nasi udhuk, lauk pauk dan daging kerbau. Dalam perkembangannya, upacara Merti Dusun ini diselenggarakan oleh satu desa sehingga sifatnya menjadi umum, tidak eksklusif milik penduduk Dusun Srunggo saja.

B. Keistimewaan

Upacara Merti Dusun diselenggarakan di pelataran Paseban Gua Cerme yang diadakan setahun sekali dengan perhitungan penanggalan Jawa, yaitu Minggu Pahing dalam bulan Suro. Bila dalam bulan tersebut tidak terdapat hari Minggu Pahing, maka upacaranya diajukan pada bulan Besar yang jatuh pada hari Minggu Pahing. Biasanya upacara adat ini dilaksanakan pagi hari (09.00 WIB) dan selesai hingga siang hari. Upacara bersih dusun atau merti dusun ini pada umumnya dilakukan saat panen raya. Hal ini dimaksudkan untuk mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa supaya masyarakat diberi berkah keselamatan, ketentraman, kebahagiaan dalam menjalankan kewajiban sehari-hari.

Peralatan yang dipakai untuk membawa sesaji, awalnya menggunakan jatingarang tetapi kemudian sekarang diubah dengan cara dipikul menggunakan jodhang. Khusus untuk tempat nasi udhuk, masyarakat menggunakan besek dari anyaman bambu dan dos dari kertas untuk nasi dan lauk pauknya.

Semua sesaji dibawa ke pelataran Paseban Gua Cerme dengan urutan pembawa jodhang dan diikuti penduduk yang berpakaian adat dan membawa dua buah dos yang berisi sesaji. Acara utama di pelataran Paseban tersebut adalah berdoa bersama yang dipimpin oleh Kaum atau Rois setempat kemudian dilanjutkan dengan penanaman kepala kerbau yang dibungkus kain mori dengan dibantu oleh Juru Kunci. Setelah seluruhnya selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama atau dhahar kembul.

Sesaji yang digunakan dalam upacara Merti Dusun di Gua Cerme ini adalah Nasi Gurih atau Nasi Udhuk, Ayam Ingkung, Jajan Pasar, Pisang Sanggah, Nasi Golong, Sekar Konyoh, Tumpeng Menggono, Nasi Liwet, Golong Luhut, Ndas Kebo atau kepala kerbau dan Tumpeng Robyong.

C. Lokasi

Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Bantul Yogyakarta. Desa Selopamioro ini terletak 6 kilometer sebelah selatan ibukota Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul

D. Akses

Dari Kota Bantul, desa ini terletak di sebelah timur laut, kurang lebih 15 kilometer, dengan jarak tempuh 90 menit. Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

E. Harga Tiket

Untuk dapat menyaksikan Merti Dusun Cerme ini, Anda tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Anda hanya diminta menjaga ketertiban selama acara dan menjaga kebersihan di sekitar tempat berlangsungnya Merti Dusun ini.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Tidak banyak fasilitas yang ada di sekitar tempat penyelenggaraan Merti Dusun Cerme ini, hanya ada beberapa warung yang menawarkan jajanan pasar dan makanan lain. Namun karena penyelenggaraannya dilakukan di pelataran Gua Cerme maka seluruh fasilitas yang ada bisa Anda manfaatkan. Merti Dusun Cerme ini juga menyajikan hiburan rakyat berupa jathilan, shalawatan, wayang kulit semalam suntuk yang sekaligus menjadi daya tarik wisatawan.


Teks : Eko Wahyu
Foto : Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)



Dibaca : 2997 kali.

Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro,
silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Gambiran No. 85 Yogyakarta 55161 - Indonesia.
Telp. 0274 8373005/ 0274 414233
Email : maharatu@maharatu.com - maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya