English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Selasa, 20 Februari 2018

Balai Pinang Lima (Museum Melayu dan Kantor BKPBM)

Balai Pinang Lima

Rating : 3.7 ( 15 pemilih )

BALAI PINANG LIMA (MUSEUM MELAYU DAN KANTOR BKPBM)

Alamat : Jl. Gambiran 85 A, Kelurahan Pandean, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta

Koordinat GPS : -7° 49' 11.79", +110° 23' 26.24"

Share




A. Selayang Pandang

Balai Pinang Lima adalah museum Melayu mini sekaligus kantor dan pusat kegiatan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM), sebuah institusi nonpemerintah yang sepenuhnya dikelola secara mandiri. BKPBM didirikan dan dikelola oleh warga Melayu yang berada di Yogyakarta, bergerak di bidang kebudayaan Melayu secara luas. Lembaga ini bertujuan menghidupkan budaya Melayu bukan dalam arti kulturalisme sempit (primordialisme), tetapi justru sebagai perekat kehidupan berbagai bangsa di dunia, yang secara faktual terdiri dari berbagai suku bangsa dan budaya yang beragam.

BKPBM secara konsisten menggali, mengumpulkan, dan memelihara berbagai peninggalan seni budaya Melayu sebagai dokumentasi sejarah dan budaya. BKPBM juga mengembangkan budaya Melayu agar sesuai dengan perubahan zaman, sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam budaya Melayu tetap dapat dipakai sebagai acuan berpikir dan berperilaku dalam menyikapi dinamika global. Untuk itu, BKPBM berupaya selalu memberikan informasi dan pelayanan yang seluas-luasnya kepada masyarakat tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan Melayu.

museum bkpbm

Semenjak didirikan pada 4 Juli 2003 BKPBM telah mendokumentasikan, mengoleksi, dan menyelamatkan naskah-naskah sastra lama dan benda-benda seni budaya Melayu, serta menduplikasi, mereplikasi, dan memproduksi benda-benda tersebut. BKPBM juga melakukan kajian tentang nilai-nilai luhur yang terkandung pada bangunan berarsitektur Melayu (seni bina), serta melakukan upaya modifikasi arsitektur tersebut secaramodern. Upaya memodernkan arsitektur Melayu ini diwujudkan secara kongkret pada bangunan Balai Pinang Lima yang dipakai sebagai kantor dan pusat kegiatan BKPBM.

museum bkpbm

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, BKPBM mempublikasikan khazanah sejarah, sosial, dan budaya Melayu secara digital (online) melalui situs www.melayuonline.com, www.wisatamelayu.com, www.ceritarakyatnusantara.com, www.rajaalihaji.com. Selain itu, lembaga ini juga melakukan publikasi secara offline dengan menerbitkan ulang naskah-naskah lama maupun menerbitkan naskah-naskah baru dalam bentuk buku.

B. Keistimewaan

BKPBM adalah institusi non pemerintah yang eksistensinya telah diakui secara nasional maupun internasional, terbukti dari keterlibatan BKPBM di berbagai event akademik maupun sosial budaya di dalam dan di luar negeri. BKPBM sebagai lembaga kebudayaan Melayu yang berada di Yogyakarta yang notabene adalah masyarakat berkebudayaan Jawa juga merupakan suatu keistimewaan tersendiri.

Sebagai institusi pengembangan budaya Melayu, BKPBM tidak hanya bergerak di ranah wacana, tetapi juga mewujudkannya secara nyata dalam bentuk bangunan bercorak Melayu sebagai museum, dengan berbagai koleksi benda-benda budaya Melayu yang tersimpan di dalamnya. Di balai ini, para pengunjung dapat menyaksikan langsung berbagai aktivitas staf BKPBM seperti proses produksi content portal www.melayuonline.com, www.wisatamelayu.com, www.ceritarakyatnusantara.com, dan www.rajaalihaji.com, proses desain grafis, serta mengikuti diskusi-diskusi ilmiah tentang dunia Melayu. Selain itu, wisatawan juga dapat mengenal lebih jauh benda-benda (artefak) budaya serta arsitektur khas Melayu.

museum bkpbm

Balai Pinang Lima merupakan bangunan berlantai dua dengan arsitektur Melayu modern. Luas lantai bangunan 700 meter persegi, berdiri di atas tanah seluas sekitar 1.000 meter persegi. Bangunan ini diberi nama Balai Pinang Lima” karena di halaman depan bangunan terdapat lima batang pohon pinang, yang melambangkan Rukun Islam. Pohon pinang adalah tanaman khas yang banyak terdapat di Nusantara dan Malaysia, dimana buahnya bermanfaat untuk obat berbagai penyakit. Selain itu, buah pinang merupakan komponen pokok di samping sirih, gambir, dan kapur dalam tradisi ‘menginang’. Selain itu, di depan bangunan ini, terdapat pagar yang terbuat dari besi tempa berukir dengan motif pucuk rebung dikombinasikan dengan ukiran batu putih bermotif Kaluk Paku Kuntum Menjalar.

museum bkpbm

Bangunan ini terdiri atas dua lantai, dengan atap berbentuk limas. Di puncak atap dipasang selembayung dan bidai/singap dengan ukiran bermotif Kaluk Paku Kuntum Negeri. Atap limas dengan selembayung seperti ini disebut atap limas perabung Melayu. Pada ujung bawah selembayung terdapat ‘sayap layang dengan ukiran bermotif Kaluk Pakis Bunga Setaman. Di bawah cucuran atap dipasang lebah bergantung dengan motif Kembang Jatun. Di teras depan terdapat dua buah tiang bersegi empat yang dihiasi dengan ukiran batu putih bermotif dasar Awan Larat dengan bingkai penutup di atas dan di bawahnya bermotif Wajik-wajik. Pada langit-langit teras terdapat lampu bertingkat dengan bahan tembaga dan kuningan ditatah bermotif Kaluk Paku.

museum bkpbm

Pintu masuk utama terbuat dari kayu jati dengan ukiran motif Kaluk Paku Bersabung. Pegangan pintu berbentuk sepasang keris Melayu yang merupakan simbol kejujuran dan keberanian. Hulu keris bermotif kepala burung serindit, sedang sarung keris diukir dengan motif Pokok Kolan. Pada bendul jendela dipasang ukiran kayu kerawang lengkung kubah dengan motif Kaluk Paku, sedang pada bagian bawah terdapat jerajak kisi-kisi dengan motif Itik Pulang Petang.

museum bkpbmDi ruang tamu, berhadapan dengan pintu utama, terdapat ornamen dari tembaga ukir bermotif Kaluk Paku Bersabung, dan di tengah-tengahnya terdapat ornamen Gurindam Dua Belas (Pasal 5), karya Raja Ali Haji yang ditulis pada tahun 1846. Di lantai bawah terdapat perpustakaan, ruang pertemuan, dan ruang-ruang lain. Di bagian tengah terdapat kolam dengan bangunan terapung di atasnya, dan di bagian belakang terdapat taman yang luas dengan kolam bertingkat tujuh. Di lantai atas bangunan ini terdapat surau (musholla), ruang pertemuan, ruang kerja para redaktur, ruang kerja tim kreatif, serta taman atap yang dilengkapi dengan gazebo dan sampan (perahu dayung).

museum bkpbm

Seluruh bagian dalam bangunan ini dihias dengan berbagai ukiran khas Melayu, yang masing-masing memiliki makna dan filosofi tersendiri. Selain ukiran, di dalam Balai Pinang Lima juga tersimpan berbagai benda budaya Melayu, yang merupakan koleksi yang sangat berharga. Benda-benda tersebut dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tema, antara lain:

  • Pakaian khas Melayu yang ditampilkan melalui manekin dan foto-foto.
  • museum bkpbm
  • Alat musik seperti talempong, gendang, dan gong.
  • museum bkpbm
  • peralatan dari logam, antara lain pahar bersusun empat, bokor, talam buah, tempat tepung tawar, cerek, ketur (tempat ludah), tempat lilin, tepak sirih, serta kacip (pembelah pinang).
  • museum bkpbm
  • Senjata terutama berbagai macam keris dengan hulu burung serindit, tombak, serta rencong Aceh.
  • museum bkpbm
  • Duplikat mohor (stempel) dan surat-surat Kerajaan Melayu, yaitu stempel dan surat kuno Kerajaan Pelalawan dan Kerajaan Lingga.
  • museum bkpbm
  • Koleksi buku antara lain Rumah Melayu karya Mahyudin Al Mudra, SH. MM. yang memperoleh penghargaan Sagang Award tahun 2003, Tunjuk Ajar karya Dr. HC. tenas Effendi, buku Masyarakat melayu dan Budaya Melayu dalam Perubahan yang ditulis oleh Koentjaraningrat dkk., serta beraneka buku cerita rakyat Melayu.
  • museum bkpbm


C. Lokasi

Balai Pinang Lima terletak di Jl. Gambiran 85 A, Kelurahan Pandean, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta kurang lebih 2 km ke arah utara dari Terminal Giwangan, Yogyakarta. Balai Pinang Lima buka setiap hari kerja pada jam 08.00 - 17.00 WIB. Untuk kunjungan pada hari Minggu atau hari libur dapat dilakukan dengan konfirmasi terlebih dahulu. Kontak dan informasi dapat dilakukan melalui telepon: 62.274414233 atau e-mail info@melayuonline.com.

D. Akses

Balai Pinang Lima mudah dicapai baik dari terminal, stasiun kereta api, maupun bandara. Dari Terminal Giwangan, pengunjung dapat menggunakan bus kota atau taksi dengan waktu tempuh kurang dari 10 menit. Dari Stasiun Kereta Api Tugu, Balai Pinang Lima bisa dicapai dengan mobil, taksi, dan bus kota ke arah tenggara sekitar 4 km atau selama 25 menit. Sementara dari Bandara Adisucipto ke arah barat kurang lebih 5 km atau sekitar 20 menit menggunakan mobil.

E. Harga Tiket

Wisatawan yang berkunjung ke Museum Melayu ini dikenai biaya berbeda-beda. Untuk wisatawan domestik dikenai biaya sebesar Rp 5.000,00, sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenai biaya sebesar Rp 10.000,00. Bagi wisatawan yang ingin memotret dan mengambil gambar menggunakan Video Shooting koleksi museum ini dikenai biaya tambahan sebesar Rp 10.000,00.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

BKPBM memiliki Museum Mini, Toko Buku, dan Perpustakaan Mini yang berisi lebih dari 1.000 judul buku-buku tentang sejarah, budaya, dan sastra Melayu terbitan BKPBM maupun terbitan dari dalam dan luar negeri. Bagi pengunjung yang ingin menulis makalah, skripsi, tesis maupun disertasi dapat membaca, maupun meminta pelayanan fotokopi dari bahan-bahan yang diperlukan dengan mengganti biaya fotokopi.

Bagi siapapun yang sedang menulis skripsi, tesis atau disertasi, atau ingin menambah wawasan tentang kemelayuan, dapat menghadiri diskusi bulanan yang diadakan setiap bulan pada minggu ke dua, dengan mengganti biaya snack dan makalah sebesar Rp 25.000,- per orang. Bangunan ini juga dilengkapi dengan jaringan internet kabel serta area hotspot yang dapat dinikmati secara cuma-cuma, memiliki beberapa unit kamar mandi, serta satu ruang surau (musholla) untuk kenyamanan para pengunjung.

museum bkpbm

Balai Pinang Lima juga menyediakan berbagai suvenir khas Melayu (miniatur tiga dimensi, miniatur dua dimensi, gambar berpigura pada porselen, kotak kartu nama, jam meja, jam dinding, tas, pin, gantungan kunci, kalender, dan lain-lain), buku-buku tentang Melayu, T. shirt dengan berbagai ungkapan dan pantun Melayu, serta suvenir/merchandise yang berkaitan dengan portal www.melayuonline.com, www.wisatamelayu.com, www.ceritarakyatnusantara.com, dan www.rajaalihaji.com.

Selain berbagai suvenir yang bisa langsung dibeli atau dipesan, BKPBM juga menyediakan berbagai jasa layanan antara lain :

  • Pembuatan buku-buku Melayu
  • Pembuatan film dokumentasi budaya atau profil daerah
  • Perencanaan, pembuatan, dan pengelolaan website budaya/pariwisata.
  • Perencanaan dan pengadaan koleksi Museum Melayu
  • Pembuatan tepak sirih, alat musik Melayu, alat permainan tradisional, foto, handycraft, lagu-lagu Melayu, busana Melayu, desain dan barang cetakan, manekin Melayu, diorama, relief, lukisan kanvas, serta replika/repro benda sejarah dan budaya Melayu.


Text: Mahyudin Al Mudra SH, MM
Foto: Koleksi JogjaTrip.com


Dibaca : 16835 kali.


Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 1.699
     Hari ini: 9.444
     Kemarin : 10.349
     Minggu lalu : 69.501
     Bulan lalu : 370.817
     Total : 12.679.881
    Sejak 20 Mei 2010