English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Senin, 20 November 2017

Air Terjun Srigethuk (Slempret)

Air Terjun Srigethuk (Slempret)

Rating : 2.5 ( 4 pemilih )

AIR TERJUN SRIGETHUK (SLEMPRET)

Alamat :

Koordinat GPS :

Share




A.   Selayang Pandang

Kabupaten Gunungkidul selama ini identik dengan daerah kering dan tandus. Saat musim kering melanda, air bersih menjadi barang yang sulit didapatkan. Namun, Anda jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa hal tersebut terjadi di seluruh pelosok Gunungkidul. Di salah satu daerah yang ada di Kecamatan Playen, Gunungkidul, terdapat sebuah air terjun yang tak tidak pernah mengalami kekeringan. Air terjun ini bernama Air Terjun Srigethuk atau yang biasa disebut dengan nama Air Terjun Slempret, bahkan beberapa orang memplesetkan namanya menjadi Air Terjun Sompret.

Nama Slempret sendiri berasal dari legenda yang ada di Desa Bleberan. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, air terjun ini merupakan pusatnya para jin dengan pimpinan Jin Anggo Menduro. Jin-jin yang mendiami kawasan air terjun ini menyukai kesenian, karena pada saat-saat tertentu terdegar suara musik yang berasal dari air terjun. Namun jika didekati, suara yang terdengar seperti suara slompret (salah satu alat musik tiup) itu akan menghilang. Oleh karena itu, warga akhirnya juga menyebut Air Terjun Srigethuk dengan nama Air Terjun Slempret.

Terletak di tepian Sungai Oya, Air Terjun Srigethuk mengalir dari ketinggian 25 meter dengan debit air mencapai 80 liter/detik. Aliran air terjun ini bersumber dari tiga mata air yang terletak di Desa Bleberan, yakni mata air Dong Poh, Ngandong, dan Ngumbul. Selain mengalir menuju air terjun, mata air ini juga mengaliri areal persawahan dan ladang yang ada di Desa Bleberan. Oleh karena itu, meski musim kering datang, Desa Bleberan tetap terlihat hijau.

Bagi Anda yang suka menikmati keindahan karya Sang Pencipta, Air Terjun Srigethuk dapat menjadi pilihan wisata yang menarik di Gunungkidul selain pantai dan gua. Di tempat ini Anda dapat menyaksikan sisi lain dari Gunungkidul sebagai daerah yang kaya dan melimpah dengan air.

B.  Keistimewaan

Gemuruh suara air yang meluncur jatuh dari ketinggian berpadu dengan gemericik aliran sungai menjadi satu perpaduan bunyi yang menenteramkan. Untuk sesaat mungkin Anda tak akan menyangka sedang berada di salah satu sudut Kabupaten Gunungkidul yang dikenal dengan daerah yang kering dan tandus. Di tempat ini air benar-benar melimpah, bahkan ketika musim kemarau  Air Terjun Sri Gethuk tidak pernah kering, hanya mengalami penurunan debit saja.

Untuk mencapai Air Terjun Srigethuk yang ada di tepian Sungai Oyo ada dua cara. Yang pertama adalah naik gethek melawan arus Sungai Oya. Dalam perjalan singkat ini Anda akan disuguhi pemandangan yang mempesona. Tebing-tebing batu kapur yang ada di kanan kiri sungai laksana dinding tinggi sebuah benteng yang menjaga Sungai Oya tetap mengalir sesuai dengan jalurnya. Jika Anda datang pada musim kemarau, sepanjang sungai yang dilewati tak ada riak yang cukup berarti. Sungai Oyo terlihat begitu tenang, menyatu dengan kesunyian tebing-tebing karang, menciptakan suasana yang begitu damai dan harmonis.

Saat musim penghujan datang, ada baiknya Anda tidak usah menggunakan gethek karena arus Sungai Oya biasanya menjadi lebih deras. Akan lebih baik jika Anda menyusuri jalan setapak sepanjang 450 m melewati areal ladang dan persawahan. Setelah itu Anda harus menuruni 96 anak tangga guna mencapai lokasi air terjun. Keletihan Anda pun akan terbayar lunas saat sudah berada di kaki air terjun. Menikmati keindahan air yang berjatuhan dari ketinggian dan tertimpa cahaya matahari sore akan menjadi pemandangan yang sungguh indah. Disini, Anda dapat bermain air sepuasnya atau hanya mengambil gambar saja.

Setelah puas bermain-main di Air Terjun Srigethuk, Anda dapat melanjutkan perjalanan menuju Gua Rancang Kencono yang terletak tidak jauh dari air terjun ini. Jika Anda membawa tenda, Anda dapat berkemah di dalam gua tersebut, karena Gua Rancang Kencono memiliki tempat lapang yang luas. Selain di Gua Rancang Kencono, tempat lain yang dapat digunakan untuk mendirikan tenda adalah Bumi Perkemahan Desa Bleberan.

C.  Lokasi

Secara administratif air terjun yang berada di tepi Sungai Oyo ini masuk dalam kawasan Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

D.  Akses

Ada dua jalur yang dapat digunakan oleh wisatawan yang berangkat dari Yogyakarta guna mencapai Air Terjun Sri Gethuk. Jalur yang pertama dan merupakan jalur utama adalah melewati Jalan Wonosari – Patuk – Pertigaan Gading – Playen – Bleberan. Sedangkan jalur kedua yang merupakan jalur alternatif adalah Jalan Imogiri Barat – Jalan Panggang – Panggang – Paliyan – Playen – Bleberan. Kedua jalur tersebut dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Sesampainya di Desa Bleberan, Anda dapat menuju Gua Rancang Kencono, kemudian menyusuri jalan yang terbuat dari batu gamping. Medan yang akan dilalui ini cukup curam dan menantang, oleh karena itu tidak disarankan bagi Anda yang membawa kendaraan dengan kap mobil rendah. Setelah sampai di Pemancingan, kendaraan Anda silahkan diparkir di tempat tersebut. Untuk mencapai Air terjun anda harus berjalan kaki menyusuri pematang sawah atau naik gethek melawan arus Sungai Oyo.

E.  Harga Tiket

Untuk menyaksikan indahnya air yang mengalir di sela-sela tebing karst ini wisatawan tidak dipungut biaya sepeser pun karena belum ada pos retribusi yang dibangun di kawasan Desa Wisata Bleberan.

F.  AKomodasi dan Fasilitas Lainnya

Air Terjun Sri Gethuk baru dalam proses pengembangan sebagai salah satu destinasi wisata di Gunungkidul selain pantai, oleh karena itu belum banyak fasilitas di kawasan ini. Satu-satunya fasilitas penunjang yang ada di kawasan air terjun ini adalah gethek atau perahu tradisional yang dapat digunakan oleh wisatawan yang malas berjalan kaki menyusuri pematang sawah dan anak tangga guna mencapai Air Terjun Sri Gethuk. Untuk dapat naik gethek tersebut, Anda cukup membayar Rp 3.000,00, setelah itu Anda akan diantarkan oleh pengemudi melawan arus Sungai Oyo, hingga tiba di kaki air terjun.

Jika Anda membawa kendaraan pribadi, Anda dapat memarkirnya di rumah penduduk Desa Bleberan atau di lokasi pemancingan yang berjarak sekitar 500 meter dari air terjun. Meski daerah ini masih minim fasilitas, jika Anda datang berombongan dan membutuhkan konsumsi, Anda dapat menghubungi pengelola Desa Wisata Bleberan terlebih dahulu. Nantinya mereka akan menyediakan makanan khas desa guna menjamu Anda semua dengan harga yang cukup murah. Selain itu, di Desa Bleberan juga terdapat camping ground yang dapat digunakan untuk berkemah.


Teks: Elisabeth Murni
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)


Dibaca : 10929 kali.


Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 1.378
     Hari ini: 2.011
     Kemarin : 16.844
     Minggu lalu : 82.866
     Bulan lalu : 320.012
     Total : 11.640.793
    Sejak 20 Mei 2010