English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Sabtu, 23 Juni 2018

Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS)

Pasar Malam Perayaan Sekaten

Rating : 2 ( 9 pemilih )

PASAR MALAM PERAYAAN SEKATEN (PMPS)

Alamat :

Koordinat GPS :

Share




A. Selayang Pandang

Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) atau yang sering disingkat dengan nama Sekaten merupakan salah satu agenda budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 5 Rabiul Awal (kalender Hijriah) atau tanggal 5 bulan Maulud (Kalender Jawa). Pada mulanya, acara ini adakan sebagai syi’ar agama Islam oleh Sultan Hamengku Buwono I kepada masyarakat Ngayogyakarta Hadiningrat. Namun, Sekaten saat ini lebih condong kepada pesta rakyat dibandingkan dengan syi’ar agama.

Asal-usul istilah Sekaten sendiri berkembang dalam beberapa versi. Versi pertama menyebutkan bahwa Sekaten berasal dari kata syahadataini, dua kalimat yang ada dalam Syahadat Islam, yakni syahadat taukhid dan syahadat rasul. Hal ini dikaitkan dengan misi utama yang dibawa oleh Sultan HB I, bahwa Sekaten adalah ajang syi’ar agama. Sedangkan versi lainnya adalah Sekaten berasal dari kata Sekati, yaitu nama dari dua perangkat pusaka Kraton berupa gamelan yang disebut Kanjeng Kyai Sukati. Gamelan ini biasa ditabuh dalam rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhhamad SAW. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Sekaten berasal dari kata suka dan ati (senang hati), karena orang-orang menyambut Maulud dengan rasa syukur dan bahagia.

Sebagai ungkapan rasa syukur tersebut, Sekaten juga diwarnai dengan adanya Pasar Malam Perayaan Sekaten di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta selama sebulan penuh. Pasar malam ini biasanya malah justru lebih dikenal oleh masyarakat dan wisatawan dibandingkan dengan prosesi Sekaten itu sendiri. PMPS merupakan perpaduan antara kegiatan dakwah Islam dan seni. Dakwah Islam dilakukan di Masjid Agung Kauman, sedangkan pertunjukan seni dilangsungkan di areal pasar malam.

PMPS biasanya dimulai satu bulan sebelum pelaksanaan Maulud Nabi, yakni pada bulan Rajab (Kalender Hijriah). Pasar malam ini akan berakhir sehari sebelum pelaksanaan Grebeg Maulud yang merupakan puncak acara Sekaten. Sebagai pesta rakyat, tentu saja Sekaten akan terbuka bagi masyarakat luas. Dari kelas pejabat hingga rakyat jelata semuanya akan tumplek blek di acara ini. Karena itu, meski usianya sudah lebih dari puluhan tahun, Pasar Malam Perayaan Sekaten tetap menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas.

B. Keistimewaan

Selama satu bulan penuh, warga Yogyakarta akan dihibur dengan adanya Pasar Malam Perayaan Sekaten. Seperti halnya pasar malam yang biasa diadakan di kota-kota lain, Sekaten ini juga dipenuhi oleh penjual makanan, wahana permainan, dan berbagai macam stan. Satu keistimewaan Sekaten adalah turut sertanya stan-stan milik pemerintah daerah maupun pemerintah kota yang masuk dalam wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Stan-stan milik pemerintah ini biasanya memamerkan potensi dan keunggulan masing-masing wilayahnya. Kadang momen ini menjadi ajang transaksi bisnis antara produsen dan penjual (reseller) maupun pembeli.

Setiap malam, Sekaten akan dimeriahkan dengan atraksi kesenian, mulai dari jathilan, tari-tarian, musik keroncong, hingga musik dangdut. Tiap-tiap kabupaten/kota yang ada di DIY juga menampilkan kesenian khas daerah masing-masing. Hal ini semakin menambah ramai suasana. Suara musik yang berdentum kencang, jeritan orang yang sedang masuk ke Rumah Hantu, suara kereta kelinci, suara penjual yang menjajakan dagangannya, semua saling bersahutan dan menyatu dalam riuh rendah Sekaten. Sekaten menjadi pesta rakyat yang benar-benar merakyat.

Bagi Anda pecinta wisata kuliner, ada berbagai makanan unik yang wajib Anda coba, karena makanan ini sudah jarang ditemui dan biasanya hanya muncul dalam perayaan Sekaten. Sebut saja endog abang dan brondong beras. Selain itu ada juga sate kere yang pertusuknya dihargai Rp 500,00. Sate ini disebut sate kere karena berbahan dasar lemak. Anda harus menikmati sate kere dalam keadaan panas, sebab setelah dingin lemak akan kembali membeku. Makanan lain yang juga terdapat di Sekaten adalah arum manis, tahu petis, bolang-baling, onde-onde, tempura, kerak telur, hingga hamburger.

Setelah puas berkeliling areal PMPS, tak ada salahnya Anda beristirahat sejenak dan bercakap dengan penjual sekar ganten yang banyak ditemui di halaman Masjid Agung. Sekar ganten merupakan salah satu pelengkap yang dijual selama Sekaten, terdiri dari daun sirih, injet (kapur), tembakau, dan bunga kantil yang dibungkus berbentuk kerucut. Banyak warga yang masih percaya bahwa barangsiapa yang ikut merayakan hari kelahiran Muhammad SAW sambil mengunyah sirih di halaman Masjid Agung, maka mereka akan dianugerahi awet muda. Anda bisa mendapatkan banyak cerita mengenai tradisi Sekaten dari para penjual sekar ganten ini.

C. Lokasi

Sejak dulu, Pasar Malam Perayaan Sekaten selalu dilaksanakan selama sebulan penuh di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

D. Akses

Wisatawan yang ingin berkunjung ke Sekaten namun tidak membawa kendaraan pribadi dapat naik bus umum atau bus Transjogja. Dari Stasiun Tugu, wisatawan dapat naik becak atau andong guna mencapai tempat dilangsungkannya Pasar Malam Sekaten. Sedangkan dari kawasan Malioboro atau Titik Nol Kilometer, Alun-alun Kidul dapat dicapai dengan berjalan kaki ke arah Selatan.

E. Harga Tiket

Tiket masuk area Pasar Malam Sekaten sebesar Rp 2.000,00 untuk hari Senin hingga Kamis, sedangkan untuk hari Jumat hingga Minggu tiket masuk menjadi Rp 3.000,00 (Januari, 2010). Namun, seminggu menjelang prosesi Miyos Gongso dan Upacara Grebeg pengunjung dibebaskan masuk area Sekaten tanpa perlu membayar tiket.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Pengunjung yang datang ke Pasar Malam Sekaten akan dihibur dengan berbagai seni pertunjukkan, baik seni tradisional maupun seni modern. Setiap malamnya, panitia PMPS akan menampilkan pertunjukan seni yang berbeda. Selain pertunjukan seni di Alun-alun Utara, di Masjid Agung Kauman juga akan dilaksanakan pengajian sebagai bentuk syiar agama. PMPS juga dilengkapi dengan media center dan pusat informasi, pusat pengaduan kehilangan, dan pos penjagaan keamanan. Berbagai wahana permainan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa juga turut meramaikan perayaan Sekaten.


Teks: Elisabeth Murni
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)


Dibaca : 17017 kali.


Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 3.071
     Hari ini: 18.070
     Kemarin : 16.284
     Minggu lalu : 98.573
     Bulan lalu : 212.641
     Total : 14.241.914
    Sejak 20 Mei 2010