English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Jumat, 15 Desember 2017

Panggung Krapyak

Photo by: Ricky Ditriyan

Rating : 1 ( 3 pemilih )

PANGGUNG KRAPYAK

Alamat :

Koordinat GPS :

Share




A. Selayang Pandang

Di Yogyakarta tepatnya di wilayah Krapyak, yang terletak di sebelah selatan Keraton, dahulu kala merupakan hutan lebat. Beragam jenis hewan liar terdapat di sini, salah satunya rusa atau dalam bahasa Jawa disebut menjangan, sehingga tak heran bila wilayah ini dulu seringkali digunakan sebagai tempat berburu oleh Raja-Raja Mataram.

Raden Mas Jolang yang bergelar Prabu Hanyokrowati, raja kedua Kerajaan Mataram Islam dan putra Panembahan Senopati, adalah salah satu raja yang memanfaatkan Hutan Krapyak sebagai tempat berburu. Pada tahun 1613, beliau mengalami kecelakaan dalam perburuannya hingga akhirnya Prabu Hanyokrowati meninggal dunia. Prabu Hanyokrowati akhirnya dimakamkan di Kotagede yang kemudian akhirnya diberi gelar Panembahan Seda Krapyak (berarti raja yang meninggal di Hutan Krapyak).

Selain Prabu Hanyokrowati, raja lain yang gemar berburu di Hutan Krapyak adalah Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I). Beliau-lah yang mendirikan Panggung Krapyak lebih dari 140 tahun setelah wafatnya Prabu Hanyokrowati di hutan ini. Panggung Krapyak ini merupakan petunjuk sejarah bahwa wilayah Krapyak pernah dijadikan sebagai area berburu oleh para raja Mataram.

Bangunan Panggung Krapyak berbentuk persegi empat seluas 17,6 m x 15 m, yang dindingnya terbuat dari bata merah dilapisi semen cor dan disusun ke atas setinggi 10 m ini, kini dindingnya tampak berwarna hitam, menunjukkan usia yang sudah tua. Arsitektur bangunan panggung ini cukup unik, setiap sisi bangunannya memiliki sebuah pintu dan dua buah jendela. Pintu dan jendela itu hanya berupa sebuah lubang tanpa penutup, dimana bagian bawahnya memiliki bentuk persegi dengan bagian atasnya melengkung, seperti rancangan pintu dan jendela di masjid-masjid.

Bangunan panggung ini sendiri terbagi menjadi dua lantai. Lantai pertama memiliki 4 ruang dan lorong pendek yang menghubungkan pintu dari setiap sisi. Kalau matahari bersinar terang, cahayanya akan menembus ke dalam lantai pertama bangunan lewat pintu dan jendela. Adanya sinar matahari membuat nuansa tua yang tercipta dari kondisi bangunan serta udara yang lebih lembab dan dingin akan langsung menyergap.

Jika menuju salah satu ruang di bagian tenggara dan barat daya bangunan dan menatap ke atas, anda bisa melihat sebuah lubang yang cukup lebar. Dahulu dari lubang itulah raja-raja yang akan berburu menuju ke lantai dua. Dengan menatap ke atas pula, Anda bisa mengetahui bahwa terdapat sebuah atap untuk menaungi lubang yang kini telah ambruk, mungkin berguna untuk mencegah air masuk.

Sekilas, bangunan ini menggambarkan kenyamanan yang diperoleh raja, bahkan ketika berburu sekalipun. Ketinggian bangunan ini membuat raja dapat berburu dengan rasa nyaman dan aman, dan leluasa mengintai tanpa perlu khawatir diserang oleh hewan buas ketika berburu. Lantai dua tempat ini pun cukup nyaman, berupa ruangan terbuka yang cukup luas dan dibatasi oleh pagar berlubang dengan ketinggian sedang.

Ketinggian bangunan ini menyebabkan beberapa orang menduga bahwa Panggung Krapyak juga digunakan sebagai pos pertahanan. Konon, dari tempat ini gerakan musuh dari arah selatan bisa dipantau sehingga bisa memberikan peringatan dini kepada Kraton Yogyakarta bila terjadi serangan. Para prajurit secara bergantian ditugaskan untuk berjaga di tempat ini, sekaligus berlatih berburu dan olah kanuragan (kemampuan berperang).

B. Keistimewaan

Mengunjungi Panggung Krapyak, berarti mengunjungi salah satu bangunan penting bagi Kraton Yogyakarta. Panggung Krapyak termasuk bangunan yang terletak di poros imajiner kota Yogyakarta, menghubungkan Gunung Merapi - Tugu Jogja - Kraton Yogyakarta - Panggung Krapyak dan Laut Selatan. Poros Panggung Krapyak hingga Kraton menggambarkan perjalanan manusia dari lahir hingga dewasa. Wilayah sekitar panggung melambangkan kehidupan manusia saat masih dalam kandungan, ditandai dengan adanya kampung Mijen di sebelah utara Panggung Krapyak sebagai lambang benih manusia.

Mengunjungi lokasi Panggung Krapyak, Anda akan merasakan kesejukan kawasan tersebut karena banyaknya pohon rindang yang membuat Panggung Krapyak dan sekitarnya menjadi nyaman dan tidak terlalu panas dari sengatan matahari.

Kawasan Krapyak, tempat Panggung Krapyak berada ini sudah ramai dengan banyaknya penduduk yang bermukim di daerah tersebut. Salah satu cagar alam yang dimiliki Yogyakarta ini menjadi saksi sejarah di masa kerajaan Mataram dulu, dan saat ini Panggung Krapyak menjadi cagar budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang. Sayangnya, Panggung Krapyak tidak dimaksimalkan untuk menarik kunjungan wisatawan yang ingin datang berkunjung ke kawasan ini.

Keistimewaan lainnya adalah Panggung Krapyak ini memiliki empat sisi, yang masing-masing sisi memiliki satu pintu dan dua jendela yang dipasang dengan jeruji/teralis besi. Keempat pintunya pun dalam keadaan terkunci dengan gembok sehingga siapapun tidak secara sembarangan bisa masuk Panggung Krapyak ini.

Saat ini kondisi Panggung Krapyak jauh lebih baik dibandingkan dulu. Kini Panggung Krapyak sudah mengalami renovasi dan revitalisasi sehingga seluruh bangunan ini menjadi tampak cantik dengan cat dinding yang sudah baru dan lebih segar tanpa meninggalkan kesan bangungan tua yang merupakan cagar budaya ini.

Pada malam hari, seperti halnya Tugu Yogyakarta, Panggung Krapyak ini juga dihiasi dengan lampu sorot yang dipasang di empat penjuru, barat,timur, utara dan selatan. Tiap sisi terdapat empat lampu sorot yang dipasang sehingga sorot lampu mampu menambah kekokohan Panggung Krapyak ini.

C. Lokasi

Panggung Krapyak ini terletak di Jalan DI Panjaitan atau tepatnya Plengkung Gading ke arah selatan.

D. Akses

Bila berminat, Anda bisa mendatanginya dengan melaju ke arah selatan dari Alun-Alun Selatan, dan melewati Plengkung Gading kemudian terus ke selatan menuju Jalan D.I Panjaitan. Panggung Krapyak ini bisa Anda temukan setelah kurang lebih 3 kilometer, posisinya berada tepat di tengah jalan. Jika Anda menemukan seperti sebuah benteng besar persegi empat, itulah yang namanya Panggung Krapyak.

E. Harga Tiket

Untuk mengunjungi kawasan ini, Anda tidak dipungut biaya apapun termasuk tidak membeli tiket, karena Panggung Krapyak ini merupakan publik area yang bisa dikunjungi siapa saja dan kapan saja, tidak ada batasan waktu.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Tidak banyak fasilitas yang terdapat di Panggung Krapyak ini. Panggung Krapyak terdiri dari empat sisi yang bisa dilihat dari empat penjuru mata angin, barat – timur – utara dan selatan. Tiap sisi terdapat sebuah pintu yang diapit dua jendela dengan teralis besi, sehingga total dari keempat sisi tersebut ada empat pintu, dan delapan jendela.

Di Panggung Krapyak ini juga terpasang lampu sorot yang tiap-tiap sisi terdapat empat lampu sorot yang mengarah ke bangunan cagar budaya ini. Selain itu di Panggung Krapyak ini juga terpasang rambu-rambu untuk mengatur arah belok para pengendara kendaraan bermotor, mengingat Panggung Krapyak ini berada di tengah jalan. Rambu-rambu ini menunjukkan bahwa kendaraan bermotor dilarang berbelok ke kanan, artinya semua kendaraan harus melewati sisi kiri dari Panggung Krapyak ini.


Teks : Eko Wahyu
Foto : Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)


Dibaca : 9089 kali.


Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya