English Version | Bahasa Indonesia
Daftar | Masuk Senin, 22 Januari 2018

Gereja St. Antonius, Kotabaru

Senja di Depan Gereja Kotabaru

Rating : 3 ( 5 pemilih )

GEREJA ST. ANTONIUS, KOTABARU

Alamat : Jalan I Dewa Nyoman Oka Yogyakarta 55224, Indonesia

Koordinat GPS : -7.785578,110.369571

Share




 

A. Selayang Pandang

Keberadaan dan perkembangan Gereja Santo Antonius atau yang akrab dengan nama Gereja Kotabaru Yogyakarta tidak bisa lepas dari peran Romo Fransiskus Xaverius Strater SJ pada awal abad ke-20. Sebelum Gereja Santo Antonius didirikan, Romo Strater terlebih dahulu membangun Kolese Santo Ignatius (Kapel Kolsani) dan Seminari Tinggi – yang kini gedungnya digunakan sebagai Pusat Kateketik (Puskat). Sedari awal, kapel Kolsani ini terbuka untuk umum, sehingga semakin hari jumlah umatnya semakin bertambah banyak. Oleh karena tidak mampu menampung jemaat dalam jumlah besar, muncul gagasan dari Romo Strater untuk mendirikan gereja yang lebih besar dan luas. Kemudian, melalui upaya pencarian dana yang dilakukan oleh Romo J. Hoeberechts, Provinsial Serikat Yesus Indonesia saat itu, bantuan donasi dari Belanda pun didapat. Sang pemberi dana meminta agar gereja yang akan dibangun diberi nama Santo Antonius Padua.

Gereja ini selesai dibangun pada hari Minggu, 26 September 1926. Ketika itu, gereja ini menempati satu area dengan Kolsani dan Seminari Tinggi. Karenanya, pastor kepala Gereja St. Antonius Kotabaru ketika itu merangkap sebagai Rektor Kolsani. Hal ini berlaku lantaran status Gereja Kotabaru masih terikat sebagai stasi dari paroki Kidul Loji, Yogyakarta. Karenanya, sampai tahun 1933, selain sebagai tempat ibadah, gereja ini juga difungsikan sebagai tempat menimba ilmu bagi para calon imam muda. Baru pada 1 Januari 1934, Gereja Kotabaru menjadi paroki yang berdiri sendiri.

Aktivitas kerohanian dan pendidikan yang dipelopori oleh Romo Strater sempat mandek selama tiga tahun lamanya, yaitu ketika tentara Jepang melancarkan agresi militernya dan berhasil menduduki Yogyakarta di tahun 1943. Pascapendudukan Jepang, Kolsani dan Gereja Kotabaru dapat menjalankan kegiatannya seperti semula.

Dalam perkembangannya (pascakepemimpinan Romo Strater), Romo J. Strommesand SJ melanjutkan pengembangan pendidikan di gereja ini. Dan karena upayanya tersebut, mulailah bermunculan sekolah-sekolah, seperti SD Kanisius Kotabaru, Demangan, Sorowajan, dan SD-SMP Kanisius Baciro. Selain itu, Sekolah Pendidikan Guru (SPG), SMA Stella Duce, serta SMA Kolese de Britto juga muncul pada masa-masa itu. Untuk mengoptimalkan kelembagaan paroki, sejak tahun 1967 Kolsani menyerahkan pengelolaan gereja kepada paroki, tetapi pemisahan sepenuhnya baru terjadi pada tahun 1975. Sejak tahun ini, paroki Kotabaru menjadi salah satu paroki yang mandiri dalam segala bidang hingga sekarang.

B. Keistimewaan

Denting lonceng gereja di tengah hari seolah mengundang burung-burung emprit untuk hinggap di atap gereja. Kadang, singgah sekelompok burung merpati mengiringi umat Kristiani yang hadir untuk berdoa di sini. Suasana gereja semakin sejuk dengan pelataran yang teduh, bersih, hening, dan diterpa semilir angin dari sela-sela pepohonan rindang. Di hari-hari tertentu, tampak beberapa orang khusyuk membaca dan menulis. Inilah suasana yang akan Anda lihat ketika menyambangi lingkungan gereja Katholik bersejarah ini. Akan ada banyak keistimewaan yang membuat Anda terpikat dan terkesan saat mengunjunginya.

Bila diperhatikan, arsitektur gereja ini bercorak tipikal. Tipikal dalam artian model rancang-bangunnya tidak jauh berbeda dengan bentuk gereja-gereja peninggalan kolonial Belanda di tempat lain. Hanya saja, gereja yang berada di kawasan Nieuwe Wijk (bahasa Belanda untuk menyebut kawasan Kotabaru) ini merupakan satu bagian dari sebuah kawasan khusus yang dirancang Belanda pada tahun 1920, yaitu sebuah area perkotaan berupa kompleks perumahan yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukungnya, seperti sekolah, tempat pacuan kuda (yang kini menjadi Stadion Kridosono), taman, dan tempat ibadah. Karena kawasan ini merupakan sebuah kawasan yang integral bikinan Belanda, maka ciri arsitektur khas Eropa awal abad XX begitu kentara. Utamanya pada bangunan menara tinggi di bagian depan gereja, tiang-tiang besar dari semen cor sebanyak 16 buah di dalamnya, dan juga plafon berbentuk sungkup.

Hal lain yang membuat gereja ini istimewa ialah tersedianya perpustakaan umum Kolese Santo Ignatius (Kolsani). Perpustakaan ini merupakan salah satu perpustakaan terlengkap dan ternyaman di Yogyakarta lantaran komplitnya koleksi buku, terutama pada buku-buku bertema sastra, kebudayaan, ekonomi, hukum, politik, dan ilmu agama. Ketersediaan koleksi buku yang lengkap ini memberikan kemudahan untuk mendapatkan buku acuan bagi mahasiswa dan pelajar di Yogyakarta. Tidak hanya koleksi yang memadai, perpustakaan ini juga didukung dengan pelayanan yang memuaskan.

Selain itu, karena letaknya di kawasan Kotabaru, gereja ini relatit dekat dengan beberapa tempat yang juga layak Anda kunjungi. Beberapa tempat yang menarik ialah taman-taman kota di kawasan ini, bangunan sekolah SMU Negeri 3 dan Stela Duce 1 Yogyakarta, serta bangunan-bangunan tua bernuansa kolonial lainnya. Berjalan kaki merupakan pilihan tepat untuk mengelilingi kawasan ini. Di sepanjang trotoar Kotabaru tumbuh pohon-pohon yang rindang yang cukup meneduhkan jalan-jalan Anda di sini.

C. Lokasi

Gereja St. Antonius ini terletak di Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 18, Kotabaru, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

D. Akses

Bagi yang berminat mengunjungi Gereja Santo Antonius ini, wisatawan dapat naik Bus Kota Jalur 2 (tarif April 2010, Rp 2.500,00) atau Bus Transjogja yang ber-AC (tarif April 2010, Rp. 3.000,00). Kedua bus ini dapat ditemui di kawasan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun di Terminal Pusat Giwangan. Menggunakan bus memerlukan waktu tempuh sekitar 10 menit dari UGM dan 30 menit dari Terminal Giwangan. Selain itu, wisatawan juga dapat menggunakan taksi atau becak.

Apabila wisatawan sedang berada di pusat kota, yakni kawasan Malioboro maupun Keraton Yogyakarta, pilihlah Bus Kota Jalur 4 atau 2 yang akan melewati kawasan Kotabaru ini dan dapat langsung turun tepat di depan Gereja Santo Antonius. Andong wisata, sebagai alternatif alat transport lainnya, juga bisa dijadikan pilihan. Dengan andong, pelancong justru akan mendapat pengalaman lain, yakni menikmati suasana Kota Yogyakarta yang khas sebelum sampai ke gereja tersebut.

E. Harga Tiket

Pengunjung yang berminat untuk melihat keelokan gereja ini tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Gereja Santo Antonius ini terletak di tengah kota. Sebab itu, kebutuhan-kebutuhan wisatawan, seperti restoran, penginapan, transportasi publik, sarana telekomunikasi, klinik kesehatan, taman kota, dan juga minimarket, akan mudah didapat.

Pada siang hari, di dekat gereja ini terdapat banyak warung makan dan restoran dengan ragam menu yang berbeda. Mulai dari soto, bakso, es teler, es kelapa muda, hingga coto makassar. Anda sebagai pengunjung wisata gereja yang ingin makan siang di kawasan Kotabaru, tinggal memilih warung yang sesuai selera dan kantong Anda.

Setelah siang atau mulai senja hingga malam hari, di sekitar gereja ini terdapat berbagai penjaja makanan kaki lima dan juga buah durian dalam mobil-mobil pick-up yang berjajar. Anda yang ingin menikmati dinner lesehan, tersedia beberapa jenis warung, di antaranya nasi goreng sapi, pelbagai masakan sea food, mie ayam, bakso daging sapi, serta nasi pecel. Setelah menyantap makan malam, Anda masih bisa menikmati durian yang dijajakan di mobil-mobil pick-up yang parkir berjajar di seputar gereja ini. Duduk-duduk lesehan di bawah lampu kota, menyantap durian, sembari menikmati pemandangan ramainya jalanan di Kotabaru pada malam hari, memberikan kesan tersendiri terhadap aktivitas tamasya Anda selama di Yogyakarta.

 

Teks: Khidir Marsanto
Foto: Koleksi Jogjatrip.com
(Data primer dan berbagai sumber)


Dibaca : 13191 kali.


Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola obyek wisata setempat.





Obyek lainnya

OBYEK WISATA

  • Pengunjung Online

           Online: 3.139
     Hari ini: 11.952
     Kemarin : 16.733
     Minggu lalu : 88.374
     Bulan lalu : 337.716
     Total : 12.375.239
    Sejak 20 Mei 2010